![]() |
| fasilitas hunian pekerja |
Selama ini, lingkungan proyek konstruksi identik banget sama dunia cowok yang keras. Tapi, ada yang beda nih dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di balik megahnya proyek masa depan Indonesia ini, ternyata ada ribuan pekerja yang hak dan kenyamanannya benar-benar diperhatikan, termasuk para pekerja perempuan.
Semua itu berpusat di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bukan sekadar tempat istirahat biasa, HPK ini disiapkan jadi fasilitas tempat tinggal yang super layak untuk semua elemen yang terlibat dalam pembangunan IKN. Mulai dari tenaga konstruksi, tim keamanan, petugas kebersihan, sampai tenaga pendukung lainnya.
Saat ini, kawasan HPK sudah dihuni oleh sedikitnya 4.302 pekerja. Menariknya, dari jumlah tersebut, ada sekitar 716 pekerja perempuan (16,6 persen) yang bahu-membahu dengan 3.586 pekerja laki-laki (83,4 persen) untuk membangun ibu kota baru.
Fasilitas Lengkap, Dikelola Profesional bak Apartemen
Lupakan citra "bedeng proyek" yang kumuh. Seluruh kawasan hunian ini dikelola lewat sistem building management profesional yang memastikan semua fasilitas dasar, layanan, hingga keamanan berjalan optimal.
"HPK dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid, dan taman," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara. Jadi, sepulang dari lapangan yang melelahkan, para pekerja bisa langsung melepas penat dengan nyaman di lingkungan yang bersih dan hijau.
Ruang Aman dan Kebijakan yang 'Sangat Ramah Perempuan'
Nah, poin paling keren dari pengelolaan HPK oleh Otorita IKN adalah penerapan kebijakan yang responsif gender. Demi menjamin kenyamanan, privasi, dan keamanan maksimal bagi pekerja perempuan, pihak pengelola secara khusus mengalokasikan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang ada.
Nggak cuma memisahkan gedung hunian, sistem pengamanannya juga dipikirkan matang-matang. Area hunian perempuan dijaga oleh petugas keamanan yang juga perempuan. Bahkan, untuk urusan kebersihan kamar, penempatan petugas housekeeping disesuaikan berdasarkan gender dan lokasi kerja masing-masing.
Langkah ini membuktikan kalau IKN nggak cuma fokus ngebut bangun infrastruktur fisik, tapi juga serius menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari rasa khawatir bagi semua orang. Salut!
sumber bacaan: kumparan, antara, ibukotakini
Semua itu berpusat di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bukan sekadar tempat istirahat biasa, HPK ini disiapkan jadi fasilitas tempat tinggal yang super layak untuk semua elemen yang terlibat dalam pembangunan IKN. Mulai dari tenaga konstruksi, tim keamanan, petugas kebersihan, sampai tenaga pendukung lainnya.
Saat ini, kawasan HPK sudah dihuni oleh sedikitnya 4.302 pekerja. Menariknya, dari jumlah tersebut, ada sekitar 716 pekerja perempuan (16,6 persen) yang bahu-membahu dengan 3.586 pekerja laki-laki (83,4 persen) untuk membangun ibu kota baru.
Fasilitas Lengkap, Dikelola Profesional bak Apartemen
Lupakan citra "bedeng proyek" yang kumuh. Seluruh kawasan hunian ini dikelola lewat sistem building management profesional yang memastikan semua fasilitas dasar, layanan, hingga keamanan berjalan optimal.
"HPK dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid, dan taman," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara. Jadi, sepulang dari lapangan yang melelahkan, para pekerja bisa langsung melepas penat dengan nyaman di lingkungan yang bersih dan hijau.
Ruang Aman dan Kebijakan yang 'Sangat Ramah Perempuan'
Nah, poin paling keren dari pengelolaan HPK oleh Otorita IKN adalah penerapan kebijakan yang responsif gender. Demi menjamin kenyamanan, privasi, dan keamanan maksimal bagi pekerja perempuan, pihak pengelola secara khusus mengalokasikan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang ada.
Nggak cuma memisahkan gedung hunian, sistem pengamanannya juga dipikirkan matang-matang. Area hunian perempuan dijaga oleh petugas keamanan yang juga perempuan. Bahkan, untuk urusan kebersihan kamar, penempatan petugas housekeeping disesuaikan berdasarkan gender dan lokasi kerja masing-masing.
Langkah ini membuktikan kalau IKN nggak cuma fokus ngebut bangun infrastruktur fisik, tapi juga serius menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari rasa khawatir bagi semua orang. Salut!
sumber bacaan: kumparan, antara, ibukotakini












