![]() |
| penghijauan |
Otorita IKN membuka kunjungan masyarakat sekaligus menghadirkan kegiatan partisipatif bagi pengunjung, dengan mengajak menanam pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis ibu kota negara baru Indonesia.
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto:
Selama libur nasional periode 3-5 April 2026 dilakukan kegiatan berlibur sekaligus menanam pohon, jelas dia, pengunjung diajak melakukan penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN. Tercatat jumlah kunjungan mencapai sekitar 59.676 orang dengan total 14.382 kendaraan yang masuk ke kawasan IKN sepanjang periode libur nasional tersebut.
Sebanyak 500 lubang tanam disediakan untuk pengunjung dengan bibit pohon khas hutan tropis Kalimantan, antara lain balangeran, meranti, bodhi, kapuk randu, dan kemiri, sebagai bagian dari rehabilitasi vegetasi di kawasan IKN, sekaligus memperkuat konsep kota hutan.
Gagasan IKN sebagai kota hutan atau forest city mengindikasikan bahwa keberadaan ekosistem hijau di dalam sebuah kota bukanlah ruang terbuka hijau biasa. Forest city memiliki parameter ‘hutan hujan tropis’ yang tersusun bukan dari satu atau beberapa spesies tumbuhan, melainkan berbagai jenis vegetasi dengan beraneka strata ataupun tutupan yang saling menopang satu sama lain. Ini belum dihitung dengan keanekaragaman famili satwa, mulai dari serangga hingga mamalia kecil di dalamnya.
Sejauh ini, (hingga mei 2023) rehabilitasi sudah mencapai 941 ha–angka yang masih jauh panggang dari api. Kebutuhan rehabilitasi hutan untuk seluruh wilayah IKN mencapai 75% (sekitar 192 ribu ha) dari total luas wilayah Nusantara sebesar 256 ribu ha. Otoritas IKN bahkan memprediksi target rehabilitasi (secara luas lahan saja) baru bisa rampung pada 88 tahun kemudian.
sumber: antara, theconversation
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto:
Pengunjung tidak hanya datang melihat perkembangan, tetapi juga ikut menanam pohon dan beraktivitas bersama keluarga
Selama libur nasional periode 3-5 April 2026 dilakukan kegiatan berlibur sekaligus menanam pohon, jelas dia, pengunjung diajak melakukan penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN. Tercatat jumlah kunjungan mencapai sekitar 59.676 orang dengan total 14.382 kendaraan yang masuk ke kawasan IKN sepanjang periode libur nasional tersebut.
Sebanyak 500 lubang tanam disediakan untuk pengunjung dengan bibit pohon khas hutan tropis Kalimantan, antara lain balangeran, meranti, bodhi, kapuk randu, dan kemiri, sebagai bagian dari rehabilitasi vegetasi di kawasan IKN, sekaligus memperkuat konsep kota hutan.
Gagasan IKN sebagai kota hutan atau forest city mengindikasikan bahwa keberadaan ekosistem hijau di dalam sebuah kota bukanlah ruang terbuka hijau biasa. Forest city memiliki parameter ‘hutan hujan tropis’ yang tersusun bukan dari satu atau beberapa spesies tumbuhan, melainkan berbagai jenis vegetasi dengan beraneka strata ataupun tutupan yang saling menopang satu sama lain. Ini belum dihitung dengan keanekaragaman famili satwa, mulai dari serangga hingga mamalia kecil di dalamnya.
Sejauh ini, (hingga mei 2023) rehabilitasi sudah mencapai 941 ha–angka yang masih jauh panggang dari api. Kebutuhan rehabilitasi hutan untuk seluruh wilayah IKN mencapai 75% (sekitar 192 ribu ha) dari total luas wilayah Nusantara sebesar 256 ribu ha. Otoritas IKN bahkan memprediksi target rehabilitasi (secara luas lahan saja) baru bisa rampung pada 88 tahun kemudian.
sumber: antara, theconversation












