![]() |
| gubernur kaltim |
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan capaian signifikan dalam pembangunan kawasan perdesaan sepanjang setahun terakhir. Sebanyak 55 desa yang sebelumnya berstatus desa maju kini resmi naik kelas menjadi desa mandiri secara bersamaan. Lonjakan ini mengatrol jumlah desa mandiri di wilayah Benua Etam, dari semula 262 desa menjadi 317 desa.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menjelaskan, peningkatan status secara massal dalam kurun satu tahun ini menjadi salah satu preseden positif bagi model pembangunan desa di Indonesia.
"Alhamdulillah, 55 desa di Kaltim naik status jadi Desa Mandiri. Peningkatan ini menunjukkan komitmen kerja bersama," ujar Rudy saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, persebaran desa mandiri baru ini mencakup sejumlah kabupaten. Kutai Kartanegara dan Kutai Barat menjadi wilayah dengan konsentrasi terbanyak, yang ditopang alokasi dana desa pada ketahanan ekonomi, sosial, dan ekologi.
Selain itu, tiga desa di Kecamatan Bongan, Kutai Barat—yakni Gerunggung, Tanjung Soke, dan Deraya—berhasil naik status dari tertinggal menjadi berkembang. Wilayah ini diproyeksikan menjadi simpul konektivitas strategis yang menghubungkan Kaltim dengan IKN, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Tengah. Pemprov Kaltim terus memacu pembangunan infrastruktur dasar guna mengentaskan keterisolasian di kawasan perbatasan dan pedalaman tersebut.
sumber bacaan: pemprov_kaltim, antara
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menjelaskan, peningkatan status secara massal dalam kurun satu tahun ini menjadi salah satu preseden positif bagi model pembangunan desa di Indonesia.
"Alhamdulillah, 55 desa di Kaltim naik status jadi Desa Mandiri. Peningkatan ini menunjukkan komitmen kerja bersama," ujar Rudy saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, persebaran desa mandiri baru ini mencakup sejumlah kabupaten. Kutai Kartanegara dan Kutai Barat menjadi wilayah dengan konsentrasi terbanyak, yang ditopang alokasi dana desa pada ketahanan ekonomi, sosial, dan ekologi.
Selain itu, tiga desa di Kecamatan Bongan, Kutai Barat—yakni Gerunggung, Tanjung Soke, dan Deraya—berhasil naik status dari tertinggal menjadi berkembang. Wilayah ini diproyeksikan menjadi simpul konektivitas strategis yang menghubungkan Kaltim dengan IKN, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Tengah. Pemprov Kaltim terus memacu pembangunan infrastruktur dasar guna mengentaskan keterisolasian di kawasan perbatasan dan pedalaman tersebut.
sumber bacaan: pemprov_kaltim, antara












