Sunday, June 21, 2026

Dipersiapkan Motif Batik IKN

 

ikn
pelatihan batik

Pengembangan motif batik Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dimatangkan melalui berbagai pelatihan dan lokakarya bagi perajin wastra lokal. Desain ini secara khusus memadukan kearifan lokal flora dan fauna Kalimantan dengan semangat transformasi kota masa depan yang modern, anggun, dan berkarakter. Salah satu kegiatannya adalah melalui Workshop Pengembangan Motif Batik bagi Pengrajin Wastra di Ibu Kota Nusantara yang diselenggarakan Otorita IKN bersama Bank Indonesia pada 17–19 Juni 2026 di Kantor Kemenko 1 IKN.

Selama tiga hari, para peserta tidak hanya belajar membuat motif, tetapi juga menggali bagaimana sebuah karya dapat memiliki makna dan karakter. Proses kreatif dimulai dari pencarian ide melalui mind mapping, penyusunan moodboard, pengembangan elemen visual, penyusunan komposisi motif, hingga penyempurnaan desain.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi:
Wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan berkembang. Namun, tentu masih perlu penguatan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu bersanding dengan batik-batik yang sudah dikenal luas


Rusmayawati, salah satu peserta dari Kecamatan Samboja:
Pelatihan ini menambah wawasan kami agar tidak menghasilkan karya yang monoton. Kami belajar bagaimana mengubah imajinasi visual tentang IKN menjadi sebuah karya nyata yang bisa dikembangkan


Kepala SKB Bank Indonesia IKN, Aura Pandu Wirawan:
Semakin hari IKN semakin ramai. Identitasnya perlu kita tonjolkan. Harapannya, desain yang lahir dari kegiatan ini memiliki unsur modern, karena IKN juga membawa semangat transformasi dan digitalisasi. Kita ingin menghasilkan karya yang sederhana, anggun, tetapi tetap memiliki karakter


Melalui kegiatan tersebut, para pengrajin didorong untuk menghadirkan karya wastra yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu merekam cerita dan perkembangan IKN melalui ragam motif yang mereka ciptakan.

sumber bacaan: ikndailykaltim

Mitos vs Fakta IKN: Ramai Penduduk Muda Tapi Dihantui Isu Lingkungan?

 

HAs
hasil survei
Penerimaan Publik & Lingkungan: 
Survei Nasional oleh PP17 dan Kawula17 menunjukkan bahwa 48% responden khawatir terhadap dampak lingkungan dari proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur, dengan peningkatan perhatian dibandingkan survei sebelumnya. Menariknya, penolakan terhadap IKN lebih rendah di kalangan pemuda di bawah 24 tahun, meskipun mereka dikenal peduli terhadap isu lingkungan.

Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), Suraya Afiff
Banyak responden khawatir IKN akan menyebabkan kerusakan yang lebih tinggi, sementara sedikit responden yang percaya IKN akan bermanfaat untuk masyarakat setempat dan ekonomi Indonesia. Hal ini mungkin didasari oleh pengalaman yang responden lihat di banyak tempat di Indonesia bahwa apa yang dijanjikan pemerintah belum tentu sejalan dengan prakteknya. Fakta yang nanti menunjukkan siapa yang sesungguhnya mendapat keuntungan dan siapa yang terpinggirkan akan mempengaruhi persepsi orang tentang dampak dari pembangunan IKN


Tercatat penolakan terhadap proyek IKN relatif rendah di antara orang-orang di bawah usia 24 tahun yang diidentikkan memiliki kepedulian yang tinggi terkait isu-isu seperti ini.

Manajer Interim PP17, Ingmar:
Hasil ini mengejutkan. Anak muda umumnya cenderung lebih idealis dan peduli dengan isu-isu seperti ini, dan biasanya penurunan idealisme terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, pada kasus ini bukan itu masalahnya. Sebaliknya, orang-orang berusia 25 tahun ke atas yang mengungkapkan kekhawatiran paling besar tentang dampak lingkungan dari IKN


Kependudukan: 
Hasil Pendataan Penduduk IKN (PPIKN) oleh BPS mencatat populasi di wilayah delineasi IKN mencapai 147.427 jiwa (setara dengan 43.293 rumah tangga). Jika dilihat berdasarkan kelompok generasi, dari total sekitar 147.430 jiwa penduduk Ibu Kota Nusantara, mayoritas merupakan generasi Z dan generasi milenial. Kedua kelompok usia ini secara keseluruhan mencakup lebih dari setengah populasi IKN.

sumber bacaan: kawula17video-kontan

Friday, June 19, 2026

Dari Tambang Ilegal Jadi Hutan Kembali

 

ILe
bekas tambang ilegal

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan aktivitas tambang ilegal di dalam kawasan hutan konservasi IKN telah tuntas ditertibkan, bergeser ke fokus pemulihan ekosistem melalui revegetasi. Sebanyak 1.000 pohon ditanam di area eks-tambang di Tahura Bukit Soeharto menggunakan teknologi biochar untuk mempercepat pemulihan lahan. 

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro:
Hingga Juni 2026 di kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN sudah tidak ada tambang ilegal lagi. Jika masih ada, itu di luar hutan konservasi berupa tambang pasir dan batu, yang menjadi target ke depan


Tak hanya melakukan penertiban, OIKN juga menjalankan program pemulihan lingkungan melalui revegetasi atau penanaman kembali di area bekas tambang ilegal. Salah satu lokasi rehabilitasi berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kawasan Tahura Bukit Soeharto saat ini memiliki tutupan hutan sekitar 57 persen. Sisanya merupakan area yang mengalami tekanan akibat berbagai aktivitas pemanfaatan lahan. Kawasan ini memerlukan pengelolaan dan pemulihan secara bertahap karena terdampak aktivitas ilegal, seperti pertambangan, perkebunan, permukiman, hingga penggunaan lahan lainnya.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Safitri:
Pemulihan kawasan sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan. Upaya ini membutuhkan konsistensi serta dukungan dari semua pihak


sumber bacaan: antara

Thursday, June 18, 2026

Otorita IKN Memprioritas UMKM Lokal

 

dIK
diklat masyarakat umkm lokal

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjadikan UMKM lokal sebagai prioritas utama dan pelaku utama dalam rantai roda ekonomi di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya ini dirancang agar masyarakat lokal dan wilayah sekitarnya—seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)—tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak ekonomi berkelanjutan di ibu kota baru.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Lokakarya Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi pengusaha UMKM di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM lokal agar mampu tumbuh berkelanjutan seiring pembangunan IKN. Kegiatan workshop Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk UMKM Batch 1 dilakukan selama dua hari, selasa - rabu, 3-4 Februari 2026 bertempat Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja. Selanjutnya, kegiatan Workshop Batch 2 dilaksanakan selama dua hari, 5-6 Februari 2026 bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Samboja Barat. Peserta dibekali pemahaman manajemen keuangan berbasis digital serta edukasi legalitas usaha guna mendorong UMKM yang lebih akuntabel, profesional, dan berdaya saing. Langkah awal pendampingan ini menyasar akar rumput melalui Lokakarya Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk UMKM yang digelar di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat. Dari kacamata jurnalistik, wilayah ini sangat krusial karena merupakan daerah penyangga langsung IKN.

Banyak pedagang kecil di daerah delineasi ini yang produknya bagus, namun terhambat masalah izin dan buta akan transaksi modern. OIKN turun tangan memberikan edukasi standarisasi produk. Dengan memiliki legalitas resmi, produk keripik atau kerajinan tangan warga lokal kini punya "paspor" untuk masuk ke hotel, swalayan, dan kantor pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Tanpa izin resmi, produk lokal pasti akan tersingkir oleh produk luar yang lebih siap secara administratif.

Masalah klasik UMKM adalah keuangan yang berantakan, di mana dompet rumah tangga dan modal usaha sering bercampur. Masalah mendasar inilah yang diselesaikan lewat Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 di KIPP IKN.

Penyelenggaraan kegiatan Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bersama Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (10/06/2026). Agenda strategis ini diinisiasi oleh Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Program ini ditujukan bagi para pengusaha UMKM di wilayah IKN dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) guna memperkuat literasi finansial, mendorong inklusi keuangan, sekaligus memperluas akses pembiayaan ke lembaga perbankan.

OIKN melatih para pelaku usaha menggunakan aplikasi SIAPIK—sebuah sistem digital pencatatan informasi keuangan resmi dari Bank Indonesia. Melalui program ini, pedagang lokal diajari bermigrasi dari pembukuan kertas yang rawan hilang ke laporan keuangan digital yang rapi.

Menariknya, program ini tidak berhenti pada pelatihan teori saja. OIKN langsung membuka jalur Business Matching. Laporan keuangan digital dari aplikasi SIAPIK dijadikan modal bagi UMKM untuk langsung berhadapan dengan bank-bank besar. Bank menjadi percaya untuk mengucurkan modal karena rekam jejak keuangan UMKM sudah tercatat jelas secara digital

sumber berita: kompasikn-digitalikn-keuangan

Wednesday, June 17, 2026

Sokongan dan Pandangan Dari Jepang

 

sok
Rusun ASN di IKN

Jepang merupakan salah satu mitra investasi asing paling strategis dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Keterlibatan negeri sakura ini mencakup kunjungan delegasi bisnis secara masif, komitmen investasi properti, transfer teknologi perkotaan, hingga kolaborasi akademis dalam merancang wilayah metropolitan sekitarnya.

Kunjungan delegasi dari misi bisnis tingkat prefektur yang diselenggarakan oleh Kantor Japan External Trade Organization (JETRO) Saga di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Oktober 2025. Delegasi dari misi bisnis ini dipimpin oleh CEO & Chairman Kanzaki Industry Corp Tsuru Katsuya.

CEO & Chairman Kanzaki Industry Corp, Tsuru Katsuya:
Misi kami adalah meninjau infrastruktur ekonomi seperti kawasan industri, fasilitas transportasi, dan berbagai potensi lainnya sebagai bagian dari persiapan melihat peluang investasi masa depan di Indonesia. Tujuan utama tim kami adalah untuk melihat di Ibu Kota baru Nusantara. Dari perspektif kami di Jepang yang menghadapi tantangan kepadatan di wilayah metropolitan, pembangunan Ibu Kota Nusantara ini sangat menarik


Salah satu materi yang dibahas dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk "Regional Collaboration For Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy)" dan "Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region" pada 5 Juni 2026. Dalam forum tersebut, Otorita IKN bersama akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan yang terintegrasi untuk memastikan manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan secara lebih luas oleh daerah-daerah di sekitarnya.

Prof Norihisa Shima dari Toyo University:
IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain


Prof Fumihiko Seta dari The University of Tokyo:
Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik


sumber: kompasdetikcnbc-indonesia

Tuesday, June 16, 2026

IKN dan 5G: Sinergi Teknologi untuk Kota Cerdas

CIt
bangunan gedung cerdas

Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang agar dapat menjadi kawasan percontohan pemerintahan digital terdepan di Indonesia salah satunya sebagai laboratorium layanan publik berbasis kecerdasan artifisial (AI). Dengan dukungan pendanaan internasional untuk perencanaan kota pintar atau smart city yang mencapai 2,49 juta dolar AS (sekitar Rp44 miliar) pada awal 2026, IKN disiapkan agar dapat menjadi "laboratorium hidup" bagi pengembangan teknologi di masa depan. Selain pembangunan kota pintar tersebut, Kementerian Komdigi juga berupaya melakukan akselerasi di aspek pengetahuan para pemimpin baik pejabat di pemerintahan pusat maupun daerah melalui Digital Leadership Academy (DLA).

Secara lebih detail program DLA memiliki kurikulum yang komprehensif, mencakup 10 kompetensi utama yang selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga lulusannya dapat tesertifikasi sebagai pemimpin digital unggul.

Wamenkomdigi, Nezar Patria:
Ibu Kota Nusantara dirancang untuk menjadi laboratorium hidup bagi teknologi masa depan. Mulai dari autonomous vehicle, sistem energi yang pintar, hingga layanan publik berbasis AI yang inklusif


AI akan berfungsi sebagai otak yang menganalisis pola pergerakan penduduk, mengelola arus lalu lintas, memprediksi kebutuhan energi, hingga menyesuaikan layanan publik secara otomatis, menjadikan IKN benar-benar responsif terhadap dinamika warganya. Penerapan BGC (Bangunan Gedung Cerdas), yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 Tahun 2022 dan diperkuat Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2023, menjadi fondasi yang mengintegrasikan semua sistem teknologi kawasan.

sumber: antarakompastvri-video

 

Monday, June 15, 2026

Magnet Rp73 Triliun: Serbuan Investor Kakap Dunia

 

inv
wajah ikn terkini

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menjadi proyek mercusuar pemerintah, tetapi kini resmi menjelma menjadi arena tarung para investor kakap dunia. Meski Mahkamah Konstitusi (MK) sempat menetapkan Jakarta tetap sebagai Ibu Kota Indonesia, komitmen pendanaan swasta murni justru terus mengalir deras tanpa henti. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi dan komitmen investasi swasta murni yang telah dikontrak secara resmi melonjak menyentuh angka Rp73 triliun. Lonjakan dari klaim sebelumnya sebesar Rp72,39 triliun ini menjadi bukti konkret bahwa para pemegang modal global tidak lagi melihat IKN sebagai rencana di atas kertas, melainkan sebuah pasar masa depan yang sangat menjanjikan.

Dinamika di lapangan menunjukkan pergeseran krusial dari sekadar wacana menjadi aksi nyata. Pola penyebaran modal di IKN terbagi ke dalam kekuatan-kekuatan strategis berikut:

Serbuan Investor 6 Negara: Otorita IKN (OIKN) mencatat ada 11 Perjanjian Kerja Sama (PKS) internasional yang melibatkan 8 perusahaan raksasa dari 6 negara. Negara-negara tersebut meliputi China, Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Rusia.

Raksasa Timur Tengah dan Asia: Abu Dhabi menanamkan modal jumbo senilai Rp10 triliun untuk membangun fasilitas keagamaan, pusat perbelanjaan, dan kawasan perkantoran mewah. Sementara itu, Tiongkok melalui Starbright meluncurkan proyek masif pembangunan apartemen serta kompleks perkantoran yang saat ini fisiknya sudah mulai dikerjakan. Investor Korea Selatan juga dilaporkan langsung tancap gas merealisasikan proyek fisik mereka di lapangan.

Dominasi Pelaku Usaha Domestik: Sektor swasta nasional tetap menjadi tulang punggung dengan memegang 64 PKS dari total 75 perjanjian yang ada. Pengusaha lokal bergerak lincah mengamankan sektor komersial seperti perhotelan, destinasi wisata dari Taman Safari, hingga jaringan restoran populer seperti Teras Kota dan Rumah Makan Sederhana. Bahkan, kehadiran merek retail harian seperti Roti'O di kawasan Nusantara menjadi indikator paling sederhana bahwa ekosistem ekonomi mikro dan denyut kehidupan kota mulai terbentuk nyata.

Menjaga Napas Keuangan Negara
Langkah taktis OIKN yang mengamankan 75 PKS dengan 65 pelaku usaha swasta murni ini merupakan strategi penyelamatan yang sangat tajam bagi postur anggaran negara. Skema pembangunan IKN sengaja dipecah menjadi tiga jalur utama: APBN, investasi langsung swasta, dan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU/PPP).

Dengan pembagian kerja ini, dana APBN dapat difokuskan penuh hanya untuk membangun fondasi inti berupa gedung-gedung pemerintahan utama. Sementara itu, urusan pemenuhan fasilitas komersial, hunian modern, layanan publik, hingga pusat kebugaran diserahkan sepenuhnya kepada modal swasta. Strategi ini berhasil memotong ketergantungan proyek dari beban keuangan negara, sekaligus berfungsi sebagai jembatan efektif yang mengubah proyek konstruksi sepi menjadi sebuah ekosistem perkotaan baru yang hidup dan mandiri di Kalimantan Timur.

sumber: cnbc-indonesiabloombergtechnozcnbc-indonesia-uang