Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Sunday, October 25, 2026

IKN Bertahta Bintang: Pesona Magis IKN dari Udara Malam

 

bin
pesona malam di ikn

Malam hari sering kali menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan denyut nadi dan pesona sejati dari sebuah kota modern. Hal inilah yang tecermin dengan sangat memukau melalui potret perdana Ibu Kota Nusantara (IKN) dari udara di waktu malam. Melalui dokumentasi terbaru yang dibagikan oleh Otorita IKN, tanah Kalimantan Timur kini tidak lagi sekadar menyimpan senyap hutan, melainkan telah menjelma menjadi panggung pertunjukan visual yang spektakuler. Dipandang dari ketinggian, kawasan pusat pemerintahan baru Indonesia ini tampak terang benderang dan gemerlap bak lautan bintang yang jatuh di tengah rimbunnya belantara.

Keindahan malam di IKN bukan sekadar tentang estetika lampu kota, melainkan sebuah harmoni visual yang memancarkan optimisme masa depan. Deretan gedung bertingkat yang mulai menjulang kokoh memancarkan pendar cahaya arsitektural yang megah. Kilau lampu dari kawasan hunian dan bentangan jalanan yang tertata rapi menciptakan garis-garis cahaya yang membelah kegelapan malam, menegaskan karakter IKN sebagai kota modern yang terstruktur dan dinamis. Di antara gemerlap tersebut, pendar lampu kerja dari alat-alat berat di sejumlah titik memperlihatkan bahwa aktivitas pembangunan terus berdenyut tanpa henti, layaknya detak jantung peradaban baru yang sedang dirajut.

Di balik pesona visualnya yang menawan, gemerlap malam IKN merupakan simbol nyata dari keberhasilan sinergi pembangunan Tahap II yang berjalan presisi sesuai jadwal. Cahaya yang menerangi kota ini lahir dari fondasi finansial yang kokoh dan tepercaya, mulai dari kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp48,8 triliun, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp134,22 triliun, hingga derasnya aliran investasi langsung swasta murni yang menyentuh angka Rp75,7 triliun serta komitmen hibah internasional. Setiap titik lampu yang menyala mewakili keyakinan para investor global dan pemerintah pusat bahwa peradaban baru ini sedang dibangun di atas fondasi yang sangat kuat.

Lebih jauh lagi, pemandangan malam yang benderang ini mengindikasikan bahwa sebuah ekosistem perkotaan yang hidup dan mandiri telah mulai bernapas. IKN saat ini tidak lagi berupa lahan konstruksi yang sunyi, melainkan sebuah kota fungsional di mana institusi pendidikan, layanan kesehatan, perhotelan, hingga kawasan perdagangan telah mulai beroperasi. Kerlip lampu dari fasilitas-fasilitas pendukung ini menandakan kesiapan Nusantara dalam menunjang aktivitas harian masyarakatnya. Pendaran cahaya yang terpancar dari pusat-pusat kegiatan ekonomi baru tersebut sekaligus menjadi simbol fajar baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan merata.

Sebagai kesimpulan penutup, keindahan malam di Ibu Kota Nusantara bukan sekadar keelokan paras sebuah kota metropolitan baru dari udara. Gemerlap yang menerangi Nusantara adalah representasi visual dari sebuah lompatan besar bangsa Indonesia. Melalui keterpaduan antara kemegahan fisik arsitektur dan kematangan fungsi ekosistem perkotaan, IKN di waktu malam menjelma menjadi pemandangan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membakar semangat kebangsaan—sebuah bukti nyata bahwa sebuah masa depan yang cerah, mandiri, dan berkilau kini tengah mewujud menjadi kenyataan di jantung Nusantara.

sumber bacaan: detik, cnbc-indonesia

Monday, September 21, 2026

Denyut Peradaban Kutai dalam Festival Erau 2026

 

026
pembukaan festival erau 2026

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menerbitkan Surat Edaran Nomor B-62/SET-II/400.6/09/2026 mengenai Pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026. Melalui instruksi tertulis yang ditandatangani secara elektronik oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri pada Selasa (15/9/2026) ini, seluruh elemen daerah diminta terlibat aktif menyukseskan gawai adat tersebut. Imbauan ini ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pegawai non-ASN, serta karyawan BUMN dan BUMD di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Keterlibatan tersebut diwujudkan secara fisik melalui kewajiban mengenakan pakaian adat Kutai, seperti baju taqwo, miskat, atau cinan, bagi para pegawai selama festival berlangsung. Di samping itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan daerah diinstruksikan menghias wajah kantor dengan umbul-umbul serta baliho bertema "Raja Menjamu Rakyatnya". Mereka juga diminta berpartisipasi dalam Expo Erau serta tradisi beseprah atau makan bersama duduk bersila.

Kebijakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar pemajuan kebudayaan dan pelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bahkan, mitigasi di lapangan juga diatur; instansi terkait diwajibkan menyediakan pos penampungan air bersih pada titik-titik strategis untuk mendukung tradisi belimbur, yakni ritual saling menyiram air sebagai simbol pembersihan diri. Untuk memastikan seluruh gerak di lapangan selaras, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara ditunjuk sebagai pusat koordinasi teknis.

Langkah Pemkab Kutai Kartanegara menempatkan kebudayaan sebagai poros pembangunan mendapat pembenaran dari tingkat pusat. Kementerian Pariwisata menilai, Festival Adat Erau menjadi jangkar pariwisata daerah yang bertumpu pada narasi sejarah dan keluhuran tradisi.

"Festival Adat Erau menjadi benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur, yang pada saat bersamaan memperkuat daya tarik pariwisata," kata Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kemenpar, Dwi Marhen Yono, saat membuka pesta adat di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara (Museum Mulawarman), Minggu (20/9/2026). Menurut Dwi Marhen, keunikan adat istiadat autentik merupakan alasan fundamental mengapa Indonesia tetap menjadi magnet utama bagi pelancong mancanegara, melampaui sekadar tawaran keindahan alam komparatif dari negara-negara jiran.

Manifestasi dari kesetiaan menjaga akar tradisi dan lingkungan itu mewujud nyata pada upacara pembukaan di Stadion Rondong Demang, Minggu siang. Kehadiran visualisasi pesut mahakam (Orcaella brevirostris) dalam pertunjukan tari kolosal menjadi pusat perhatian penonton. Lewat kelenturan tubuh dan lenggak-lenggok lincah para penari yang mengenakan kostum menyerupai satwa endemik tersebut, suasana riak Sungai Mahakam seolah dipindahkan ke tengah stadion.

Pertunjukan kolosal ini tidak berhenti sebagai medium hiburan artifisial. Representasi mamalia air tawar yang kian terancam punah tersebut menyelipkan pesan ekologis yang kuat bagi masyarakat modern: bahwa merawat kebudayaan Kutai tidak dapat dipisahkan dari kewajiban menjaga ruang hidup dan kelestarian ekosistem Sungai Mahakam yang menghidupinya sejak berabad-abad silam.

sumber bacaan: kukarkab, antara, rri

Saturday, August 29, 2026

Lewat "Merayakan Cerita", Kalimantan Timur Targetkan Jadi Pusat Sinema Baru di Indonesia

 

kal
film akhir pekan

Kalimantan Timur menyimpan kekayaan cerita, keragaman budaya, isu lingkungan, hingga dinamika masyarakat yang belum seluruhnya terangkat ke layar lebar. Tantangan perfilman daerah saat ini bukan lagi sekadar mencari ide cerita, melainkan membangun ekosistem hulu-ke-hilir yang mampu menghubungkan talenta, komunitas, industri, pemerintah, hingga penonton secara berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur resmi membuka Festival Film Akhir Pekan 2026 di Temindung Creative Hub (eks Bandara Temindung), Samarinda. Rangkaian festival yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2026 ini mengusung tema "Merayakan Cerita, Menghubungkan Sinema". Event ini sekaligus menjadi puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sektor ekonomi kreatif Benua Etam.

Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa festival tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat identitas sinema daerah. Menurutnya, film memiliki kekuatan besar yang melampaui fungsi hiburan konvensional.

"Film bukan sekadar karya yang selesai diproduksi lalu ditayangkan. Film adalah cerita tentang manusia, tentang daerah, pengalaman, identitas, dan tentang cara kita melihat kehidupan," ujar Faisal saat membuka acara secara resmi.

Strategi Penguatan Ekosistem dari Hulu ke Hilir
Untuk memastikan dampak konkret bagi sineas lokal, Dispar Kaltim tidak hanya menggelar malam penghargaan, melainkan merangkai festival ini dengan tiga agenda strategis:
  1. Workshop Pengembangan Film Pendek (26–27 Agustus): Diikuti oleh 30 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga umum. Program hulu ini menghadirkan praktisi handal guna mengasah keterampilan teknis dan memperluas wawasan produksi sineas muda.
  2. Festival & Pemutaran Film (27–29 Agustus): Menjadi ruang apresiasi publik sekaligus etalase karya lokal untuk menjembatani kreator dengan penontonnya.
  3. Pameran & Kompetisi Ekraf multi-subsektor: Pengumuman pemenang Lomba Video Vlog dan Fotografi Ekonomi Kreatif (Ekraf) diadakan paralel guna memperkuat penetrasi promosi digital pariwisata Kaltim.

Melalui integrasi pelatihan, kompetisi, dan ruang pameran di Temindung Creative Hub, festival ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya sineas-sineas lokal yang siap membawa narasi otentik Kalimantan Timur ke panggung nasional maupun internasional.

sumber bacaan: antara, ini-balikpapan, kaltim-prov

Tuesday, July 28, 2026

Landmark Ikonik di IKN yang Perlu Dikunjungi

nEG
Istana Negara IKN di Taman Kusuma Bangsa

Beberapa landmark ikonik di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan keluarga Indonesia meliputi Istana Garuda, Plaza Seremoni, dan Taman Kusuma Bangsa. Sejak dibuka secara terbatas untuk masyarakat umum, kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menarik banyak perhatian karena menawarkan perpaduan arsitektur modern yang megah dengan konsep kota hutan (forest city) yang hijau.

Landmark Inti KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan)

  • Istana Garuda & Istana Negara IKN: Menjadi ikon utama sekaligus simbol kemegahan IKN masa depan dengan desain kepakan sayap burung Garuda yang monumental. Pengunjung kerap mengabadikan momen dengan berfoto di depan bangunan megah ini saat akhir pekan.
  • Plaza Seremoni: Ruang publik terbuka yang sangat luas dan tertata rapi mirip kompleks modern di luar negeri. Di sini terdapat area amphitheater, jalur pedestrian, serta gedung Sentra Massa yang menyediakan Nusantara Information Center dan mini teater untuk melihat maket perkembangan IKN.
  • Viewing Deck Plaza Seremoni: Titik pandang terbaik di area plaza untuk menikmati panorama hijau tata kota IKN dan kemegahan Istana dari ketinggian.
  • Taman Kusuma Bangsa: Destinasi wisata sejarah dan ruang penghormatan yang memukau dengan sentuhan arsitektur, lanskap, dan karya seni yang indah.
  • Sumbu Kebangsaan: Jalur hijau monumental yang menghubungkan berbagai poros penting di IKN. Area ini berfungsi sebagai ruang publik ikonik yang ramah lingkungan

Spot Edukasi & Pengalaman Menarik

  • Titik Nol IKN Nusantara: Monumen bersejarah yang menandai titik awal pembangunan fisik IKN. Lokasi ini memiliki nilai simbolis tinggi, tempat bersatunya tanah dan air dari 34 provinsi di Indonesia.
  • Area Glamping IKN & Jembatan Kaca: Lokasi yang awalnya merupakan tempat menginap Presiden Joko Widodo ini kini dilengkapi jembatan kaca setinggi lebih dari 20 meter. Spot ini menjadi magnet belasan ribu wisatawan yang ingin menguji adrenalin sambil melihat pemandangan hutan alami dari atas.


Destinasi Alam di Sekitar IKN

  • Desa Wisata Mentawir: Berjarak sekitar 75 menit dari KIPP, tempat ini menawarkan wisata ekologi berupa menyusuri hutan mangrove yang asri menggunakan perahu.
  • Bukit Bangkirai: Berada di luar lingkar inti namun masih dekat dengan IKN. Terkenal dengan canopy bridge (jembatan gantung di antara pohon-pohon besar) yang menyuguhkan pemandangan hutan hujan tropis Kalimantan.

sumber bacaan: trip , kompas, ikn, detik

Monday, July 13, 2026

Perbandingan Wisata IKN 2025 vs 2026: Seberapa Ramai Ibu Kota Baru Sekarang?

 

ikN
potensi wisata

Komisi VII DPR RI menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata masa depan dan pusat MICE kelas dunia. Berdasarkan Kunjungan Kerja Spesifik Juli 2026, DPR menekankan bahwa perpaduan infrastruktur futuristik, konsep kota hutan cerdas, dan penataan outdoor lighting estetik menjadi magnet pariwisata baru yang mampu menghidupkan UMKM dan desa wisata lokal di Kalimantan Timur.
 
Transformasi Wisata (2025 vs 2026)
Dalam setahun terakhir, IKN mengalami lompatan besar:
  • Tahun 2025: Destinasi masih bersifat terbatas karena fokus pada area konstruksi aktif. Wisatawan hanya melakukan kunjungan singkat (day trip) untuk melihat progres fisik Istana Negara dari jauh. Fasilitas komersial dan akomodasi sangat minim.
  • Tahun 2026: IKN bertransformasi menjadi kota fungsional ramah lingkungan. Infrastruktur seperti Tol Balikpapan-IKN memangkas waktu tempuh menjadi 45 menit. Hotel bintang lima (Swissôtel Nusantara) dan area UMKM Nusantara Park telah beroperasi penuh melayani wisatawan.
 
Lonjakan Wisatawan Domestik (2025 vs 2026)
Wisatawan nusantara menjadi penggerak utama (di atas 95%) pariwisata IKN dengan pertumbuhan eksponensial:
  • Rata-rata Harian: Naik drastis dari 3.000–5.000 orang/hari pada 2025 menjadi 10.000–15.000 orang/hari pada 2026.
  • Momen Lebaran: Pada Idulfitri 2025, IKN hanya mencatat 64.000 pengunjung. Namun pada Lebaran 2026 (18–29 Maret), angka tersebut melesat 500% hingga menembus 352.102 wisatawan dengan total 80.105 kendaraan.
  • Demografi: Mayoritas berasal dari pergerakan lokal Kaltim (Samarinda 26,02%, Kukar 20,14%, Balikpapan 19,31%) serta kota besar antarpulau seperti Jakarta dan Surabaya.
 
Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman)
Meskipun masih dalam tahap pertumbuhan awal, daya tarik IKN mendongkrak kunjungan warga asing melalui pintu gerbang utama Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Data BPS Kaltim mencatat pertumbuhan wisman bulanan sebesar 20,02%. Kunjungan ini didominasi oleh negara regional, dipimpin oleh Brunei Darussalam (46,33%), Malaysia (23,21%), dan Singapura (6,07%). Rata-rata lama menginap wisman mencapai 2,26 hari, melampaui turis domestik.


Monday, June 29, 2026

Malaysia Memberi Penghargaan

MAl
plaza seremoni dapat international award

Penghargaan untuk IKN merupakan pengakuan global atas kualitas desain lanskap yang sukses memadukan nilai estetika hingga keberlanjutan. Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih penghargaan Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) , published 27 Juni 2026, untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category).

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim:
(9 Januari 2023)
Ini permulaan sikap komitmen kami. Terutama soal investasi IKN Nusantara yang lebih lagi. Karena ada kepentingan Malaysia juga di Sabah dan Serawak. Rekan-rekan di Sabah dan Serawak memuji inisiatif ini. Kami akan ambil pendekatan yang positif agar pertumbuhan IKN memberi manfaat juga bagi Sabah dan Serawak


Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia Tengku Zafrul bin Tengku Abdul Aziz:
(20 Agustus 2023)
Berdasarkan jumlah tahun lalu lebih kurang 30 miliar dollar AS (Rp 459,72 triliun). Indonesia adalah partner dagang kedua terbesar di Asia Tenggara. Indonesia dari segi risiko lebih rendah, karena kami memahami pasarnya di sini. Indonesia dari segi profil investasinya, tidak hanya Malaysia tapi juga bagi dunia, sangat bersahabat untuk investor. (Dalam) tiga sampai lima tahun terakhir terus membaik. Dalam diskusi kami baru-baru ini dengan Pemerintah Indonesia, beberapa perusahaan lain terlibat, seperti TNB (Tenaga Nasional Berhad) dan Telekom (Telekom Malaysia Berhad). Setidaknya ada sepuluh perusahaan di sana (Proyek IKN)



sumber bacaan: cnbc-indonesia, cnn-indonesia, kompas

Wednesday, May 27, 2026

Focus Kembangkan Wisata

 

maj
focus ke wisata

Isu bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mangkrak kembali mencuat usai Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Namun, pihak Otorita IKN hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan tegas membantah narasi tersebut.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw:
(23 Mei 2026, di hadapan puluhan mahasiswa dari Universitas Mulawarman, UNTAG Samarinda, UMKT Samarinda, dan Politeknik Negeri Samarinda)
Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Semuanya bergulir pada saat ini, artinya proses pembangunan terus bergerak. Tidak ada kata berhenti, stagnan, atau mangkrak. Inilah diksi-diksi yang harus dikoreksi oleh siapa pun


Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka:
(Dalam talkshow di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 26 Jan 2026)
Tidak ada yang mangkrak di IKN ya. Pembangunannya sudah sesuai timeline yang ada. PR-nya sekarang tinggal membangun gedung legislatif dan yudikatif. Kita doakan yang terbaik, nanti 2028 selesai semua dan kita bisa pindah ke sana


Walaupun, Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan status Jakarta masih tetap sebagai ibu kota negara sampai ada keputusan resmi pemindahan ke IKN. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan pembangunan IKN bukan hanya diproyeksikan sebagai kota administrasi negara, tetapi juga fokus pada wisata berkelanjutan.

Gelombang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap mengubah peta cara pandang daerah-daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sumber pertumbuhan ekonomi. Di tengah dominasi sektor pertambangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai melirik industri hotel, restoran, dan hospitality sebagai penopang ekonomi baru yang dinilai lebih berkelanjutan. Di tengah perubahan besar akibat pembangunan IKN, Kutim tampak mulai menyiapkan wajah ekonomi baru. 

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi:
Keberadaan hotel dan restoran bukan sekadar menyediakan layanan akomodasi dan konsumsi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, termasuk menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan UMKM lokal


sumber:

Monday, May 25, 2026

Wisata dan Pelabuhan di Kota Bontang

 

wis
wisata ke bontang

Pemkot Bontang membangun vila premium di Bontang Kuala, Kalimantan Timur (Kaltim). Fasilitas baru ini untuk menggaet wisatawan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur:
Kita tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini. Justru, investasi vila ini bertujuan untuk mengemas pesona penginapan atas air dan budaya bahari tersebut menjadi sebuah paket pariwisata premium yang memiliki daya saing di tingkat nasional bahkan global


Vila tersebut dibangun dengan konsep penginapan eksklusif, yang memadukan pesona hunian di atas air dengan fasilitas bertaraf internasional. Proyek boutique resort terapung ini, kata dia, resmi ditawarkan kepada para investor skala nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari kesiapan Kota Taman menjadi kawasan penyangga utama IKN Nusantara di Kaltim.

Pemkot Bontang juga sedang menyusus Pra Feasibility Study (Pra FS) rencana pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari.pelabuhan tersebut tidak hanya disiapkan sebagai infrastruktur biasa, tetapi menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan industri terpadu di Bontang Lestari.

sumber berita:

Monday, March 30, 2026

Jalan Tol Zero Accident

 

tol
fasilitas baru

Operasional fungsional terbatas jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah resmi ditutup pada 29 Maret 2026. Selama masa operasional tersebut, ruas tol IKN mencatatkan nihil kecelakaan lalu lintas berat atau zero accident. Hanya terdapat satu insiden ringan berupa kendaraan menabrak pembatas jalan di gerbang tol tanpa menimbulkan korban serius.

Kepolisian menilai pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini berlangsung tertib tanpa gangguan berarti, meski jumlah perjalanan masyarakat mengalami peningkatan cukup tinggi, terutama ke arah kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tidak ada hambatan besar yang memengaruhi kelancaran distribusi kendaraan di jalur utama antarwilayah.

Dengan dibukanya fasilitas jalan tol di wilayah IKN dinilai sebagai gambaran awal kawasan IKN mulai menjadi tujuan baru saat momentum libur panjang, baik untuk kunjungan keluarga, wisata, maupun aktivitas ekonomi. Lonjakan perjalanan ke IKN juga dipicu rasa ingin tahu masyarakat, menjadi magnet baru liburan, bukan saja kawasan itu menjadi lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri perdana di Masjid Negara IKN, namun menjadi destinasi mengisi liburan lebaran 2026.

sumber: mediakaltim, niaga-asia

Tuesday, November 25, 2025

Liburan ke Kawasan IKN

 

ikn
Liburan ke IKN

Kawasan sekitar IKN menyimpan keindahan alam dan budaya yang belum banyak dijamah. Mulai dari hutan tropis, air terjun tersembunyi, desa di atas air, hingga pantai berpasir putih, semua bisa ditemukan dalam radius yang relatif dekat dari Titik Nol IKN. 

Gunung Parung adalah puncak tertinggi di sekitar IKN, berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku. Meski ketinggiannya hanya sekitar 363 mdpl, pemandangan dari atas sungguh memukau terlihat hutan hijau, sungai, dan Teluk Balikpapan dari kejauhan. Tempat ini cocok buat yang ingin mendaki ringan sambil menikmati udara segar khas Kalimantan. Pantai Sipakario, salah satu destinasi favorit di Penajam Paser Utara. Pasir putih, air jernih, dan ombak tenang menjadikan pantai ini cocok untuk piknik keluarga. Tersedia juga spot selfie dan kuliner lokal yang menambah daya tariknya. Jaraknya sekitar 66 km dari Titik Nol IKN.

Selama libur Lebaran 2025 yang lalu, Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian masyarakat. Sejak 27 Maret hingga 5 April 2025, tercatat lebih dari 64.000 pengunjung datang untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru Indonesia ini. Adapun para pengunjung berasal dari berbagai daerah di Indonesia, serta dari mancanegara, seperti Brunei, Malaysia, China, Eropa, dan Korea Selatan.


sumber berita: kompas, metrotv

Friday, November 7, 2025

Wisatawan Berkunjung ke IKN

wis
kunjungan wisatawan

Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) menarik perhatian ribuan peserta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Suasana berbeda terasa dibanding tahun 2024 yang digelar di Lapangan Istana Garuda. Para undangan bukan hanya warga Kalimantan Timur tapi juga berasal dari pelbagai daerah di Indonesia termasuk di antaranya negeri luar.

Tak hanya dari Indonesia, perayaan HUT RI di IKN juga menarik perhatian warga asing. Emma, warga Belanda, datang bersama anaknya meski tanpa undangan resmi. “Saya ingin merasakan meriahnya HUT RI di IKN bersama masyarakat Indonesia,” ujarnya. Ayaka, warga Jepang, mengaku terbawa suasana khidmat upacara. “Kami sengaja menjadwalkan hadir di IKN saat HUT RI. Bahkan kami akan ikut rangkaian lain seperti pesta rakyat,” katanya.

Wisatawan menilai IKN sekeren Singapura, tetapi sepi hingga begitu terasa aneh saat berada di sana. Clariza, seorang pengunjung dari pulau Sulawesi, memuji kemegahan IKN saat berkunjung ke sana. Dia berharap IKN bisa benar-benar menjadi ibu kota Indonesia di masa depan agar pembangunan lebih merata, tidak hanya di Pulau Jawa. Ya, selama ini Jawa menjadi pusat aktivitas pemerintahan, politik, dan ekonomi Indonesia.


sumber berita: idntimes, detik
 

 

Saturday, October 25, 2025

Sentra Ketahanan Pangan Buah

 

ket
focus IKN

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri:
Selain menjadi sentra taman buah yang terdiri dari berbagai tanaman buah lokal dan buah lain, di kawasan ini juga ada taman bunga. Jadi, Sukomulyo juga akan punya beragam tanaman hias. Melalui kawasan taman itu, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat tentang jenis buah-buahan Nusantara agar semakin dikenal bagi pengunjung, terutama anak muda, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buah

Lokasi di Sukomulyo dipilih sebagai kawasan pengembangan tanaman buah karena desa itu pernah menjadi sentra buah di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebelum kehadiran kebun sawit. Revitalisasi kawasan di Desa Sukomulyo sebagai sentra buah mengacu pada kebijakan Otorita IKN untuk mengalokasikan lokasi lahan pangan, baik tanaman pangan pokok, buah, dan hortikultura lain. Kawasan Agrotechno-Edupark di Sukomulyo memiliki potensi besar sebagai area promosi sentra buah karena lokasi di pinggir jalan yang mudah diakses.

sumber berita: antara

Sunday, August 3, 2025

Data BPS : Turis Asing dan Turis di IKN

 

bps
data wisata

Perbandingan data terbaru tahun 2025 dari BPS mengenai turis asing (wisatawan mancanegara) secara nasional kontra data turis di wilayah IKN (Ibu Kota Nusantara) Kalimantan Timur:

Turis Asing (Wisatawan Mancanegara) Nasional 2025
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia:
 
  • Mei 2025: 1,31 juta kunjungan (naik 14,01% dibanding Mei 2024).
  • Kumulatif Januari–Mei 2025: 5,63 juta kunjungan, naik 7,44% dibanding periode sama tahun lalu.
  • Mayoritas turis berasal dari Malaysia (238.500 kunjungan), Australia (147.650), Singapura (126.390), dan Tiongkok (114.710) pada Mei 2025.
  • Mayoritas masuk melalui bandara (81,11%), sisanya lewat laut (15,83%) dan darat (3,06%).

Turis di IKN Kalimantan Timur 2025
Kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur (Kaltim):
  • Data April 2025 menunjukkan 792 turis asing berkunjung ke Kaltim, tertinggi dalam tiga tahun terakhir (mayoritas dari Brunei, Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Inggris).
  • Seluruh wisman masuk melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan.
  • Jika dilihat keseluruhan 2024 (data terbaru BPS), kunjungan wisatawan nusantara (domestik) ke Kaltim melonjak hingga 7,6 juta perjalanan selama Jan–Agust 2024, sedangkan wisman hanya sekitar 3.010 kunjungan pada periode tersebut (naik 15% dari tahun sebelumnya).
  • IKN menerima sekitar 3.000–5.000 pengunjung per hari (gabungan wisatawan lokal, nasional, dan investor), namun dominan merupakan wisatawan domestik; wisman tetap sangat kecil porsinya.

sumber berita: bps-wisman, bps-year, kaltimprov

Thursday, July 10, 2025

Wisata Gratis ke IKN

 

wis
isu pungli 

Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa akses ke IKN untuk wisatawan adalah 100 persen gratis. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan IKN kepada masyarakat luas sekaligus mendorong kunjungan yang masif tanpa hambatan biaya. Dengan kebijakan ini, siapa saja bisa berkunjung ke IKN tanpa harus khawatir soal tiket masuk atau biaya lain yang memberatkan.

Gratisnya kunjungan ini juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga dan pelajar yang ingin mengenal lebih dekat perkembangan ibu kota baru negara kita. Selain itu, fasilitas dan infrastruktur yang terus dibangun di IKN menjanjikan pengalaman wisata yang nyaman dan modern.

Isu Pungli
Sayangnya, di tengah kebijakan gratis ini, muncul laporan mengenai praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum tertentu. Beberapa pengunjung mengeluhkan adanya permintaan biaya tambahan yang tidak resmi saat berkunjung ke IKN. Hal ini tentu sangat disayangkan karena bisa merusak citra IKN sebagai destinasi wisata yang ramah dan terbuka untuk semua kalangan.

Namun, pemerintah dan aparat terkait sudah sigap menanggapi isu ini. Mereka mengimbau masyarakat untuk melapor jika mengalami pungli saat berkunjung ke IKN. Laporan bisa disampaikan melalui kanal resmi yang telah disediakan, sehingga tindakan tegas bisa diambil terhadap pelaku pungli.

Berkunjung Gratis untuk Edukasi dan Rekreasi
Dengan akses gratis ini, kunjungan ke IKN bukan hanya soal wisata, tapi juga kesempatan edukasi bagi masyarakat. Anak-anak dan pelajar bisa belajar langsung tentang pembangunan ibu kota baru, teknologi yang digunakan, serta visi masa depan Indonesia. Ini adalah pengalaman belajar yang sangat berharga dan berbeda dari pelajaran di kelas.

Selain itu, IKN juga menawarkan berbagai spot menarik untuk rekreasi dan foto, yang bisa menjadi kenangan indah tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. 
 
sumber berita: detik, cnnindonesia

Tuesday, April 15, 2025

Wisata IKN untuk Kota Balikpapan

 

wis
Wisata IKN

Dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berlokasi di Kalimantan Timur, kota Balikpapan kini merasakan kecipratan berkah dari sektor pariwisata. Kehadiran IKN tidak hanya membawa perubahan besar bagi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Sejak pengumuman pemindahan IKN, Balikpapan telah menjadi salah satu kota yang paling diuntungkan. Menurut laporan, kunjungan wisatawan ke IKN mencapai sekitar 64 ribu orang, yang tentunya memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Para pelaku usaha, mulai dari restoran, hotel, hingga penyedia jasa transportasi, merasakan peningkatan permintaan yang cukup signifikan. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kehadiran wisatawan juga mendorong pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka. Misalnya, banyak usaha kecil yang mulai menawarkan produk lokal, seperti kerajinan tangan dan kuliner khas daerah, yang semakin diminati oleh pengunjung. Ini adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Lakeview Samboja: Destinasi Baru yang Menarik
Salah satu destinasi baru yang menarik perhatian adalah Lakeview Samboja. Tempat ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan menjadi titik pertemuan antara warga Balikpapan dan Samarinda. Dengan konsep yang ramah lingkungan, Lakeview Samboja tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarwarga. Destinasi ini menjadi simbol dari kolaborasi dan sinergi antara dua kota yang berdekatan.

Lakeview Samboja juga memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, seperti kegiatan berlayar di danau, menikmati kuliner lokal, dan berpartisipasi dalam berbagai acara budaya. Ini adalah langkah positif dalam mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan dan mendukung pelestarian lingkungan.

Kesadaran Pariwisata
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, penting bagi kita untuk membangun kesadaran akan pariwisata berkelanjutan. Masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa perkembangan pariwisata tidak merusak lingkungan dan budaya lokal. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam harus menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Selain itu, pelaku usaha juga harus berkomitmen untuk menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan. Misalnya, penggunaan bahan baku lokal dan pengurangan limbah plastik dapat menjadi langkah awal yang baik. Dengan cara ini, kita tidak hanya menikmati manfaat ekonomi dari pariwisata, tetapi juga menjaga warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.
 

Monday, March 31, 2025

Idul Fitri 2025 di IKN

 

ied
Idul Fitrie 2025

Idul Fitri adalah momen yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2025, perayaan Idul Fitri akan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang merupakan simbol baru bagi Indonesia. Meskipun masjid negara di IKN baru mencapai 54,3% dalam tahap pembangunan dan belum dapat digunakan untuk shalat Idul Fitri, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk merayakan libur lebaran dengan cara yang unik dan menarik di kawasan ini.

Masjid Negara dan Perkembangannya
Masjid negara di IKN direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat. Meskipun belum siap untuk digunakan pada saat Idul Fitri, keberadaan masjid ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang mendukung kehidupan beragama di IKN. Masyarakat diharapkan dapat merasakan kehadiran masjid ini sebagai simbol persatuan dan kebersamaan umat Islam di Indonesia.

Libur Lebaran di IKN
Meskipun masjid negara belum dapat digunakan, IKN tetap menawarkan berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi selama libur lebaran. Beberapa tempat yang bisa dijelajahi antara lain taman-taman yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keindahan, serta fasilitas umum yang mendukung aktivitas masyarakat. Kunjungan ke IKN selama libur lebaran bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, di mana masyarakat dapat menikmati suasana baru dan merasakan semangat pembangunan yang sedang berlangsung.

Kunjungi IKN
Mengunjungi IKN saat libur lebaran juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung perkembangan ibu kota baru. Ini adalah momen yang tepat untuk mengenal lebih dekat dengan visi dan misi pembangunan IKN yang berkelanjutan. Selain itu, masyarakat dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diadakan di kawasan tersebut, yang bertujuan untuk memperkenalkan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial di masa depan.

Kesempatan untuk Bersilaturahmi
Libur lebaran adalah waktu yang tepat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan teman. Meskipun masjid negara belum siap, masyarakat tetap dapat melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri di masjid-masjid terdekat di sekitar IKN. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat tali persaudaraan dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terkasih. Selain itu, kegiatan sosial seperti berbagi makanan dan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan juga dapat dilakukan, sehingga semangat Idul Fitri tetap terasa meskipun dalam suasana yang berbeda.
 
sumber berita: antara, kompas, harianjogja

Friday, January 10, 2025

Magnet Pariwisata dan Properti

 

magnet
Sebagai Magnet

Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) bukan hanya sekadar pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi magnet yang menarik perhatian dalam sektor pariwisata dan properti. Dengan potensi yang dimiliki, IKN diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan ekonomi daerah dan nasional.

Pariwisata Kaltim: Peluang Baru
Pembangunan IKN di Kaltim menawarkan peluang besar untuk pengembangan sektor pariwisata. Menurut laporan, kunjungan wisatawan ke Balikpapan, salah satu kota penyangga IKN, melonjak hingga 42% setelah proyek ini dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai melirik Kaltim sebagai destinasi wisata yang menarik. Dengan keindahan alam dan budaya lokal yang kaya, Kaltim memiliki potensi untuk menjadi salah satu tujuan wisata utama di Indonesia.

Destinasi Wisata Unggulan
Beberapa destinasi wisata yang dapat dikembangkan di sekitar IKN antara lain:

  • Pulau Kumala: Menawarkan keindahan alam dan aktivitas ekowisata.
  • Desa Wisata Dayak Pampang: Memperkenalkan budaya dan tradisi suku Dayak kepada pengunjung.
  • Pantai Lamaru: Destinasi pantai yang ideal untuk bersantai dan menikmati pemandangan.

Pengembangan destinasi ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.

Investasi Properti yang Menjanjikan
Proyek IKN juga menjadi magnet investasi bagi sektor properti. Banyak investor mulai melirik Kaltim sebagai lokasi strategis untuk pengembangan hunian dan fasilitas komersial. Dengan adanya infrastruktur baru yang dibangun untuk mendukung IKN, nilai properti di daerah ini diperkirakan akan meningkat pesat.

Dampak Ekonomi dari Proyek IKN
Investasi dalam sektor properti tidak hanya menguntungkan bagi investor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya akan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup warga Kaltim. Selain itu, peningkatan sektor pariwisata dan properti diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah ini.

Kolaborasi untuk Keberhasilan
Untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan properti di Kaltim, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah harus melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengembangan proyek agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh mereka. Selain itu, promosi potensi pariwisata melalui kampanye pemasaran yang efektif juga akan membantu menarik lebih banyak wisatawan ke Kaltim.

Pembangunan IKN di Kalimantan Timur membawa harapan baru bagi sektor pariwisata dan properti. Dengan memanfaatkan potensi yang ada serta melakukan kolaborasi yang baik antara semua pihak terkait, Kaltim dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Ini adalah kesempatan emas untuk mengembangkan ekonomi lokal sambil memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Indonesia kepada dunia.
 
sumber: suara, antara, detik