![]() |
| potensi wisata |
Komisi VII DPR RI menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata masa depan dan pusat MICE kelas dunia. Berdasarkan Kunjungan Kerja Spesifik Juli 2026, DPR menekankan bahwa perpaduan infrastruktur futuristik, konsep kota hutan cerdas, dan penataan outdoor lighting estetik menjadi magnet pariwisata baru yang mampu menghidupkan UMKM dan desa wisata lokal di Kalimantan Timur.
Transformasi Wisata (2025 vs 2026)
Dalam setahun terakhir, IKN mengalami lompatan besar:
- Tahun 2025: Destinasi masih bersifat terbatas karena fokus pada area konstruksi aktif. Wisatawan hanya melakukan kunjungan singkat (day trip) untuk melihat progres fisik Istana Negara dari jauh. Fasilitas komersial dan akomodasi sangat minim.
- Tahun 2026: IKN bertransformasi menjadi kota fungsional ramah lingkungan. Infrastruktur seperti Tol Balikpapan-IKN memangkas waktu tempuh menjadi 45 menit. Hotel bintang lima (SwissĂ´tel Nusantara) dan area UMKM Nusantara Park telah beroperasi penuh melayani wisatawan.
Lonjakan Wisatawan Domestik (2025 vs 2026)
Wisatawan nusantara menjadi penggerak utama (di atas 95%) pariwisata IKN dengan pertumbuhan eksponensial:
Wisatawan nusantara menjadi penggerak utama (di atas 95%) pariwisata IKN dengan pertumbuhan eksponensial:
- Rata-rata Harian: Naik drastis dari 3.000–5.000 orang/hari pada 2025 menjadi 10.000–15.000 orang/hari pada 2026.
- Momen Lebaran: Pada Idulfitri 2025, IKN hanya mencatat 64.000 pengunjung. Namun pada Lebaran 2026 (18–29 Maret), angka tersebut melesat 500% hingga menembus 352.102 wisatawan dengan total 80.105 kendaraan.
- Demografi: Mayoritas berasal dari pergerakan lokal Kaltim (Samarinda 26,02%, Kukar 20,14%, Balikpapan 19,31%) serta kota besar antarpulau seperti Jakarta dan Surabaya.
Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman)
Meskipun masih dalam tahap pertumbuhan awal, daya tarik IKN mendongkrak kunjungan warga asing melalui pintu gerbang utama Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Data BPS Kaltim mencatat pertumbuhan wisman bulanan sebesar 20,02%. Kunjungan ini didominasi oleh negara regional, dipimpin oleh Brunei Darussalam (46,33%), Malaysia (23,21%), dan Singapura (6,07%). Rata-rata lama menginap wisman mencapai 2,26 hari, melampaui turis domestik.
sumber bacaan: dpr, kompas, okezone, kompas-pengunjung, berandapost







0 comments:
Post a Comment