Saturday, July 11, 2026

Gaspol Jagain Hutan: Momen Tim Gabungan IKN Latihan Jinakin Api

 

sim
simulasi karhutla

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama kementerian dan lembaga terkait tengah memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan IKN seiring dengan masuknya musim kemarau panjang akibat fenomena El Niño 2026. Hingga Juli 2026, pemantauan titik panas (hotspot) menunjukkan dinamika yang bervariasi di wilayah delineasi IKN, di mana Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat adanya 44 titik panas tingkat menengah dan 1 titik tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan Kabupaten Penajam Paser Utara masih berstatus nihil titik panas (zero hotspot).

Masyarakat kini dapat melaporkan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui fitur panic button pada aplikasi IKNOW. Fitur tersebut menjadi bagian dari sistem peringatan dini atau early warning system yang digunakan Otorita IKN dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino 2026.

Mekanisme Kerja panic button : Pengguna hanya perlu menekan satu tombol di layar ponsel tanpa harus mengisi formulir laporan yang panjang. Aplikasi langsung membagikan lokasi GPS akurat pelapor agar tim penyelamat tahu arah lokasi kejadian. Laporan tersebut langsung masuk ke sistem komputer di Nusantara Command Center (NCC) untuk diproses.

Sebagai langkah antisipasi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Niño yang memicu musim kemarau panjang, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar simulasi penanganan karhutla berskala besar di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10 Juli 2026). Latihan melibatkan personel penyelamat, peralatan taktis, dan skenario lapangan untuk menguji kesiapan sistem menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Memastikan tim pemadam dan penyelamat dapat bergerak ke lokasi titik api dalam hitungan menit setelah menerima sinyal darurat. Menguji seberapa cepat laporan dari masyarakat via Panic Button direspons oleh operator Nusantara Command Center hingga ke petugas lapangan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan:
Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi dengan Otorita IKN dalam upaya penanggulangannya


sumber berita:kompasberandaindonesia

0 comments:

Post a Comment