![]() |
| program unggulan |
Pemprov Kaltim ngotot mempertahankan program jaminan pendidikan gratis di tengah menyusutnya ruang fiskal 2027.
Di Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, sebuah seremonial kecil berlangsung pada Selasa pekan lalu. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyerahkan paket seragam putih-abu-abu, lengkap dengan topi, jilbab, tas, dan sepatu baru kepada sejumlah siswa kelas X SMA Negeri 10 Samarinda.
"Terima kasih ya, Pak Kadis, Ibu Kepala Sekolah. Sudah selesai. Semoga semuanya sukses. Terus belajar ya," kata Rudy sembari menyalami para siswa.
Aksi bagi-bagi seragam ini bukan sekadar seremoni musiman. Ini adalah penanda dimulainya distribusi puluhan ribu paket perlengkapan sekolah gratis di bawah payung Gratispol Pendidikan—program jagoan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memikat hati sekaligus meringankan beban warganya.
Ongkos Mahal "Kaltim Emas"
Untuk tahun ajaran ini saja, Pemprov Kaltim harus merogoh kocek hingga Rp65 miIiar demi membagikan paket seragam cuma-cuma kepada siswa baru di 576 sekOlah. Saban paket diestimasi menelan biaya Rp1 juta.
Namun, seragam gratis hanyalah serpihan kecil dari megaproyek ini. Secara keseluruhan, total pagu anggaran Gratispol Pendidikan diperkirakan menembus angka Rp1,4 triIiun hingga Rp2 triIiun. Duit jumbo ini dialokasikan untuk menyokong biaya pendidikan dasar hingga menjamin keberlanjutan beasiswa pelajar dan mahasiswa di seantero Bumi Etam.
Di tingkat pendidikan tinggi, program ini mulai unjuk gigi. Hingga semester ganjil 2026, tak kurang dari 105 ribu mahasiswa di Kaltim telah mencicipi manfaatnya. Target utamanya jelas: memotong rantai putus kuliah akibat impitan ekonomi.
"Gratispol Pendidikan merupakan investasi kita untuk masa depan Kaltim. Pemerintah hadir agar anak-anak Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya," ujar Rudy Mas’ud kepada wartawan.
Pagu Anggaran Gratispol: Rp1,4 Triliun – Rp2 Triliun
Anggaran Seragam Gratis: Rp65 Miliar (576 Sekolah)
Penerima Manfaat Kuliah: 105 Ribu Mahasiswa (Hingga Semester Ganjil 2026)
Siasat Bertahan di Tengah Seretnya Anggaran
Pertanyaannya: sampai kapan kebijakan populis ini bisa bertahan?
Awan mendung membayangi ruang fiskal Kalimantan Timur pada 2027. Anggaran daerah diproyeksikan menyusut dan mengetat di angka Rp12,1 triIiun. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah memutar otak dan lebih selektif menyaring program prioritas.
Meski ikat pinggang harus dikencangkan, Pemprov Kaltim menjamin program pemanja pemilih ini tidak akan digilas efisiensi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Muhaimin, memastikan Gratispol dan beasiswa pendidikan tetap aman dalam daftar belanja daerah.
“Karena anggarannya Rp12,1 triliun, tentu program-program yang sudah berjalan tetap dilanjutkan, termasuk Gratispol,” kata Muhaimin. Menurut dia, porsi anggaran untuk beasiswa masih berjalan sesuai dengan cetak biru perencanaan yang telah ditetapkan.
Bagi Pemprov Kaltim, di tengah menyusutnya pundi-pundi daerah, Gratispol tampaknya telah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar lagi.
sumber bacaan: antara, akurasi, lentera-kalimantan
Di Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, sebuah seremonial kecil berlangsung pada Selasa pekan lalu. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyerahkan paket seragam putih-abu-abu, lengkap dengan topi, jilbab, tas, dan sepatu baru kepada sejumlah siswa kelas X SMA Negeri 10 Samarinda.
"Terima kasih ya, Pak Kadis, Ibu Kepala Sekolah. Sudah selesai. Semoga semuanya sukses. Terus belajar ya," kata Rudy sembari menyalami para siswa.
Aksi bagi-bagi seragam ini bukan sekadar seremoni musiman. Ini adalah penanda dimulainya distribusi puluhan ribu paket perlengkapan sekolah gratis di bawah payung Gratispol Pendidikan—program jagoan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memikat hati sekaligus meringankan beban warganya.
Ongkos Mahal "Kaltim Emas"
Untuk tahun ajaran ini saja, Pemprov Kaltim harus merogoh kocek hingga Rp65 miIiar demi membagikan paket seragam cuma-cuma kepada siswa baru di 576 sekOlah. Saban paket diestimasi menelan biaya Rp1 juta.
Namun, seragam gratis hanyalah serpihan kecil dari megaproyek ini. Secara keseluruhan, total pagu anggaran Gratispol Pendidikan diperkirakan menembus angka Rp1,4 triIiun hingga Rp2 triIiun. Duit jumbo ini dialokasikan untuk menyokong biaya pendidikan dasar hingga menjamin keberlanjutan beasiswa pelajar dan mahasiswa di seantero Bumi Etam.
Di tingkat pendidikan tinggi, program ini mulai unjuk gigi. Hingga semester ganjil 2026, tak kurang dari 105 ribu mahasiswa di Kaltim telah mencicipi manfaatnya. Target utamanya jelas: memotong rantai putus kuliah akibat impitan ekonomi.
"Gratispol Pendidikan merupakan investasi kita untuk masa depan Kaltim. Pemerintah hadir agar anak-anak Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya," ujar Rudy Mas’ud kepada wartawan.
Pagu Anggaran Gratispol: Rp1,4 Triliun – Rp2 Triliun
Anggaran Seragam Gratis: Rp65 Miliar (576 Sekolah)
Penerima Manfaat Kuliah: 105 Ribu Mahasiswa (Hingga Semester Ganjil 2026)
Siasat Bertahan di Tengah Seretnya Anggaran
Pertanyaannya: sampai kapan kebijakan populis ini bisa bertahan?
Awan mendung membayangi ruang fiskal Kalimantan Timur pada 2027. Anggaran daerah diproyeksikan menyusut dan mengetat di angka Rp12,1 triIiun. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah memutar otak dan lebih selektif menyaring program prioritas.
Meski ikat pinggang harus dikencangkan, Pemprov Kaltim menjamin program pemanja pemilih ini tidak akan digilas efisiensi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Muhaimin, memastikan Gratispol dan beasiswa pendidikan tetap aman dalam daftar belanja daerah.
“Karena anggarannya Rp12,1 triliun, tentu program-program yang sudah berjalan tetap dilanjutkan, termasuk Gratispol,” kata Muhaimin. Menurut dia, porsi anggaran untuk beasiswa masih berjalan sesuai dengan cetak biru perencanaan yang telah ditetapkan.
Bagi Pemprov Kaltim, di tengah menyusutnya pundi-pundi daerah, Gratispol tampaknya telah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar lagi.
sumber bacaan: antara, akurasi, lentera-kalimantan







0 comments:
Post a Comment