Friday, February 6, 2026

Hotel Lesu di Balikpapan

 

kaw
hotel di kawasan ikn

Kota Balikpapan, yang dijuluki sebagai "beranda" utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), di tahun 2025 menghadapi dilema pariwisata. Di tengah hiruk pikuk pembangunan IKN yang masif, dunia perhotelan di Kota Minyak justru mengalami masa suram. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Sugiyanto, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sejak awal tahun hingga Juli 2025, rata-rata okupansi hotel hanya menyentuh angka 30 persen, jauh di bawah batas normal industri.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan penurunan tingkat hunian hotel paling tajam di Indonesia. Penyebab utamanya, terhentinya beberapa proyek pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengatakan penurunan okupansi tidak hanya disebabkan oleh efisiensi anggaran pemerintah, tetapi juga melambatnya kegiatan sektor swasta.

Bagaimana dengan Hotel yang ada di lokasi IKN? Sebuah hotel boutique, yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mencatat tingkat hunian yang tinggi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sejak 24 Desember 2025 hingga momen long weekend, okupansi hotel tercatat stabil di atas 70 persen. Bahkan, menjelang malam pergantian tahun, manajemen optimistis tingkat hunian dapat mencapai 100 persen. Selain faktor lokasi, konsep unik Qubika Boutique Hotel Nusantara yang mengusung bangunan berbasis kontainer juga menjadi daya tarik tersendiri. Hotel ini menawarkan konsep ramah lingkungan dengan nuansa eco green, dikelilingi hutan alami serta udara yang masih asri.

sumber: kompasinibalikpapanberitakaltim

0 comments:

Post a Comment