![]() |
| jalan kawasan hankam |
Pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan. Di tengah masifnya pengembangan kawasan ini, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah mempercepat penyelesaian proyek strategis Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Berdasarkan data perusahaan per 13 September 2026, progres fisik mega proyek tersebut telah menyentuh angka 85,75 persen.
Sebagai kontraktor pelaksana, WIKA menangani cakupan pekerjaan yang kompleks dan terintegrasi. Lingkup kerja proyek ini meliputi pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 14 kilometer, perkerasan jalan sepanjang 11 kilometer, pembangunan jembatan di lima lokasi, serta pemasangan box culvert di 16 titik. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi konektivitas IKN. “Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, serta ketepatan pelaksanaan, sehingga infrastruktur ini dapat memberikan manfaat optimal bagi mobilitas kawasan,” ujarnya.
Untuk mempercepat durasi konstruksi tanpa mengorbankan keandalan struktur, WIKA menerapkan inovasi metode jembatan final ultimate dengan struktur girder serta pendekatan staging precast yang dominan. Penerapan teknologi ini menjadi sangat krusial mengingat banyaknya proyek infrastruktur lain di IKN yang berjalan secara bersamaan (simultan). Melalui koordinasi lintas paket secara intensif, WIKA berhasil meminimalkan risiko tumpang tindih pekerjaan atau clash detection di lapangan.
sumber bacaan: kompas, antara, top-konstruksi
Sebagai kontraktor pelaksana, WIKA menangani cakupan pekerjaan yang kompleks dan terintegrasi. Lingkup kerja proyek ini meliputi pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 14 kilometer, perkerasan jalan sepanjang 11 kilometer, pembangunan jembatan di lima lokasi, serta pemasangan box culvert di 16 titik. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi konektivitas IKN. “Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, serta ketepatan pelaksanaan, sehingga infrastruktur ini dapat memberikan manfaat optimal bagi mobilitas kawasan,” ujarnya.
Untuk mempercepat durasi konstruksi tanpa mengorbankan keandalan struktur, WIKA menerapkan inovasi metode jembatan final ultimate dengan struktur girder serta pendekatan staging precast yang dominan. Penerapan teknologi ini menjadi sangat krusial mengingat banyaknya proyek infrastruktur lain di IKN yang berjalan secara bersamaan (simultan). Melalui koordinasi lintas paket secara intensif, WIKA berhasil meminimalkan risiko tumpang tindih pekerjaan atau clash detection di lapangan.
sumber bacaan: kompas, antara, top-konstruksi












