Friday, November 6, 2026

Mengintip Arah Riset di IKN

 

pen
komunitas ilmiah di ikn

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan tidak hanya berhenti pada konstruksi infrastruktur fisik. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kini tengah gencar membangun ekosistem ilmu pengetahuan yang hidup dengan memfokuskan pengembangan pada riset terapan di bidang kesehatan dan teknologi kota cerdas (smart city).

Dalam bidang kesehatan, OIKN menjalin kolaborasi strategis bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Universitas Gunadarma untuk memperkuat ekosistem pendidikan serta riset medis di Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Sinergi tiga institusi ini diwujudkan melalui perhelatan Nusantara Health & Academic Summit (NHAS) 2026 yang berlangsung pada 5 hingga 7 November 2026 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut nyata atas nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya pada 28 September 2026.

Sebagai langkah konkret riset sektor kesehatan, hari pertama summit langsung menandai peluncuran Pusat Pendidikan, Riset, dan Pemberdayaan Masyarakat FKUI di IKN. Selain itu, dibuka pula Program S2 dan S3 Ilmu Biomedik FKUI kelas bauran (hybrid) khusus IKN, yang berjalan beriringan dengan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru Universitas Gunadarma Tahun Akademik 2027/2028 demi memperkuat kesiapan SDM di wilayah ibu kota baru tersebut.

Tidak kalah masif, riset di sektor teknologi perkotaan juga menjadi pilar utama melalui pelaksanaan Nusantara Smart City Forum (NSCF) 2026 yang digelar OIKN bersama Pemerintah Republik Korea Selatan pada Selasa, 3 November 2026. Mengusung tema GREEN, forum edisi kedua ini mempertajam skema transfer teknologi dan riset terapan untuk merealisasikan konsep kota cerdas yang berbasis pada lingkungan serta pengetahuan lokal. Kemitraan internasional dengan Negeri Ginseng ini melibatkan konsorsium besar seperti Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT), University of Seoul, CJ OliveNetworks, hingga Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT). Kemitraan jangka panjang ini difokuskan pada pemanfaatan Smart City Cooperation Center (SCCC) sebagai laboratorium hidup (living lab) pertukaran keahlian antar-negara.

Menanggapi arah riset IKN ke depan, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya hilirisasi dan implementasi praktis dari setiap penelitian yang dilakukan. Beliau mendorong perguruan tinggi, khususnya yang berada di Kalimantan Timur, untuk tidak sekadar menghasilkan kajian akademis di atas kertas.

“Saya ini sebagai wadahnya saja, yang mengisi itu manusianya untuk bisa berinteraksi. Saya menyatakan terima kasih dan bersyukur kepada Universitas Gunadarma yang sangat mendukung IKN, termasuk juga dengan Universitas Indonesia,” ujar Basuki pada Kamis. Terkait riset teknologi, ia juga berpesan, “Kalau apa yang Bapak tulis di sini bisa diimplementasikan, itu jauh lebih baik daripada hanya tinggal di paper. Jadi, saya mohon betul, ajak mahasiswanya agar tidak hanya gedung-gedung fisik di IKN ini yang berdiri, tetapi juga ilmu pengetahuan, khususnya dengan smart city technology.”

Sejalan dengan visi tersebut, Project Manager SCCC dari CJ OliveNetworks, Kido Oh, optimis bahwa kolaborasi riset terapan ini akan berkelanjutan. “Proyek ini bukan cuma membangun Smart City Cooperation Center, tetapi juga kerja sama teknologi dan berbagi pengetahuan antara kedua negara. Saya berharap pertukaran teknologi dan pengetahuan di antara para ahli akan terus berjalan, bahkan setelah proyek ini berakhir,” pungkasnya.


sumber bacaan: antara, niaga-asia, kompas

Tuesday, November 3, 2026

Nggak Asal Pakai AI, Otorita IKN Mulai Ketatkan Tata Kelola Data Pemerintah

 

kel
latihan manajemen data

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara konsisten memperkuat tata kelola dan pemanfaatan data sebagai landasan utama pengambilan keputusan serta pelaksanaan pembangunan kota cerdas (smart city) berstandar global.

Langkah strategis ini diawali melalui gelaran Nusantara Smart City Stakeholders Forum di Swissôtel Nusantara pada Selasa, 1 September 2026. Ajang yang diinisiasi bersama United States Trade and Development Agency (USTDA) ini mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi independen, hingga raksasa teknologi global seperti Honeywell, Cisco, IBM, dan Google. Selain membuka peluang kemitraan investasi jangka panjang, forum ini diisi dengan pelatihan teknis komprehensif, mulai dari sains data (data science), pengelolaan gedung pintar (smart building), hingga tata kelola data strategis berbasis kecerdasan buatan (AI-driven data governance).

Dalam forum tersebut, Otorita IKN turut melibatkan sejumlah pemerintah daerah yang telah berpengalaman mengimplementasikan tata kelola berbasis data—seperti Pemprov DKI Jakarta, Pemkab Sumedang, Pemkot Denpasar, dan Pemkot Surabaya—sebagai rujukan penting dalam merancang ekosistem digital Nusantara. Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa transformasi digital di IKN wajib menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan. “Kota yang paling cerdas belum tentu kota yang memiliki teknologi paling banyak. Kota yang paling cerdas adalah kota yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakatnya,” ucap Agung dalam keterangan resminya, Kamis, 3 September 2026.

Komitmen tersebut ditindaklanjuti secara internal melalui kegiatan Jumat Belajar bertema "Manajemen dan Pemanfaatan Data" di Kantor Otorita IKN pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang menghadirkan Direktur Sistem Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Joko Parmiyanto, ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) birokrasi dalam mewujudkan digital government. Penguatan tata kelola data dinilai semakin krusial karena adopsi teknologi canggih tidak akan berfungsi optimal tanpa dukungan data yang terstandar, transparan, terintegrasi, dan aman.

Sebagai peta jalan ke depan, Agung Indrajit merumuskan tiga aspek utama yang harus didorong dalam pengelolaan data IKN: membangun data berkualitas yang melibatkan instansi pembina (seperti BPS untuk data statistik, BIG untuk data geospasial, dan Kemenkeu untuk data keuangan); memperkuat integritas serta interoperabilitas lintas instansi; serta meningkatkan pemanfaatan data melalui analisis mendalam (deskriptif, diagnostik, prediktif, hingga preskriptif). Melalui sinkronisasi ini, Otorita IKN memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan—mulai dari perencanaan hingga evaluasi kebijakan—selalu didasarkan pada data akurat yang dapat dipertanggungjawabkan.

sumber bacaan: rri, seputarfakta, jurnalborneo

Sunday, November 1, 2026

Basuki Hadimuljono dan Bupati PPU Sepakat: Pemuda Kaltim Harus Jadi Pemain Utama di IKN

 

lin
tanam pohon di lahan bekas karhutla

Transformasi besar Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak sekadar menjadi menara gading bagi masyarakat lokal. Generasi muda Kalimantan Timur kini bergerak serentak membuktikan bahwa mereka bukan penonton di tanah sendiri. Melalui aksi nyata penanaman 1.000 pohon endemik di kawasan hutan lindung hingga penguatan karakter kepemudaan di wilayah penyangga, pemuda Kaltim mulai menancapkan taringnya sebagai pilar penting dan pemain inti dalam menyongsong masa depan peradaban baru Nusantara.

Komitmen hijau ini dibuktikan langsung oleh komunitas pemuda lokal yang tergabung dalam gerakan Borneo Kind. Bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), ratusan relawan pemuda turun ke lapangan untuk menghijaukan kembali area seluas dua hektare lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Soeharto pada Sabtu (31/10/2026).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif swadaya tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci utama untuk mewujudkan pilar Kota Hutan (Forest City) di IKN. Basuki juga berharap agar aksi kepedulian lingkungan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup keberlanjutan yang diadopsi oleh seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Timur.

Tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem alam, tantangan besar berikutnya bagi pemuda lokal adalah kesiapan dalam menghadapi arus masif pembangunan fisik dan ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi generasi muda, khususnya di Kecamatan Sepaku yang menjadi wilayah inti IKN.

Saat menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna (Pokar) 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan, Jumat (30/10/2026) malam, Mudyat mengingatkan agar pemuda daerah bersiap mengambil peran strategis. Ia menegaskan bahwa wadah kepemudaan harus aktif membangun karakter dan mengasah keterampilan. Tujuannya jelas, agar ruang-ruang peluang di IKN dapat diisi dan dipimpin oleh anak-anak muda lokal, sekaligus memangkas sekat kesenjangan antara pembangunan pusat pemerintahan baru dengan masyarakat setempat.

sumber bacaan: antara, rri

Saturday, October 31, 2026

Balikpapan Jadi Beranda IKN, Pemuda Balikpapan Mau Jadi Pemain atau Cuma Penonton?

 

pem
upacara sumpah pemuda 2026

Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 kemarin di Lapangan Tenis Stadium Balikpapan (28/10/2026) sukses jadi alarm keras buat kita semua. Intinya satu: anak muda Balikpapan harus makin kompetitif, kreatif, dan nggak boleh clueless menghadapi kepindahan Ibu Kota Nusantara (IKN)!

Pesan penting dari Menpora Erick Thohir yang dibacain sama Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., negasin kalau Sumpah Pemuda itu bukan cuma sejarah buat dihafal. Itu adalah DNA kita buat ngebangun masa depan, bukan cuma pasrah nungguin masa depan itu datang sendiri.

Inget, Balikpapan itu pintu gerbang utama sekaligus penyangga IKN. Posisi kita strategis banget! Makanya, Pak Wawali wanti-wanti banget: "Anak muda Balikpapan harus gigih upgrade diri. Kita nggak boleh cuma jadi penonton di rumah sendiri!"

Nah, biar lo nggak cuma jadi penonton pas IKN makin ramai, ini 3 starter pack fokus utama yang wajib kita eksekusi bareng-bareng:

  • Sertifikasi & Kuasai Teknologi: Jangan cuma jago scrolling medsos. Yuk, dalemin dunia digital, sains, atau skill teknis lainnya. Ambil sertifikasi keahlian biar lo dilirik sama industri modern di sekitar IKN.
  • Bikin Ruang Inovasi & Bisnis Sendiri: Jangan takut buat mulai! Manfaatin komunitas, organisasi, atau program keren dari daerah buat jadi wadah brainstorming ide-ide bisnis lo. Saatnya naikin Indeks Pembangunan Pemuda kita lewat karya nyata.
  • Jadi Garda Depan Penyelamat Lingkungan: Peduli sesama itu wajib, tapi peduli bumi juga krusial. Yuk, kurangi sampah plastik dan jaga kebersihan area pantai kita. Pembangunan IKN boleh pesat, tapi Balikpapan harus tetap jadi kota yang hijau, nyaman, dan asri.

Di akhir obrolan, ada pesan penutup yang dalem banget: Jangan pernah takut gagal, teruslah berinovasi, dan bijak dalam bersosial media. Kurang-kurangin kemakan provokasi yang bikin kita pecah.

sumber bacaan: gerbang-kaltim, ibukota-kini

Karhutla Tembus Kawasan Inti IKN, 33 Orang dan Korporasi Jadi Tersangka

 

uda
sumber bnpb

Polda Kalimantan Timur bergerak cepat mengusut tuntas kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menembus Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Sebanyak 33 orang dan korporasi kini resmi ditetapkan sebagai tersangka akibat nekat membuka lahan dengan cara dibakar.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Imbas kebakaran ini, kualitas udara di sejumlah titik pemantauan kawasan inti ibu kota baru tersebut dilaporkan jeblok hingga masuk kategori tidak sehat.

"Kualitas udara secara umum berada pada kategori sedang. Namun di Sendawar dan tiga titik pemantauan kami di IKN tercatat ada kualitas udara yang tidak sehat," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers, Jumat (30/10/2026).

Merespons kondisi ini, BNPB mewanti-wanti masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, diminta memakai masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Meski dikepung ancaman karhutla, Otorita IKN memastikan pembangunan proyek fisik tetap berjalan sesuai target. Area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang menjadi lokasi objek vital seperti Istana Negara hingga gedung legislatif kini dijaga ketat.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menyebut pihaknya telah membagi KIPP ke dalam tiga zona subklaster, yakni 1A, 1B, dan 1C. Personel gabungan disiagakan 24 jam penuh dengan sistem sif.

"Setiap anggota yang piket melakukan shift selama delapan jam. Satu shift kurang lebih sekitar 40 anggota," ujar Lazuardi, Rabu (28/10). Skuad gabungan ini terdiri dari unsur Otorita IKN, polisi, hingga pekerja konstruksi, serta dibantu tim damkar wilayah sekitar seperti Samboja dan Maridan.

Berdasarkan data hingga akhir Oktober 2026, luasan area yang terdampak kebakaran di dalam KIPP mencapai 92 hektare. Sementara untuk wilayah delineasi IKN yang mencakup area makro 252 ribu hektare, total lahan yang terbakar berada di kisaran 1.600 hektare. Lazuardi memastikan titik api di area-area tersebut sudah berhasil dikendalikan.

Pemadaman jalur udara juga digencarkan lewat operasi water bombing. TNI AU menyiagakan lima helikopter untuk operasi penanggulangan karhutla di tanah air. Khusus di IKN, helikopter jenis H225M Caracal dari Skadron Udara 8 diterjunkan untuk mengguyur titik api yang sulit ditembus via jalur darat menggunakan water bucket berkapasitas 2.000 liter.

Tak hanya itu, BPBD Kaltim ikut menyokong penuh pemulihan darurat ini lewat skema berbagi dukungan anggaran, termasuk memberikan insentif operasional dan logistik bagi para relawan lapangan.

Di sisi lain, aparat kepolisian bergerak cepat menindak pelaku pembakar lahan. Polda Kaltim menetapkan 33 tersangka yang terdiri dari 31 perorangan dan dua korporasi.

Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro menegaskan penegakan hukum dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu demi menyelamatkan ekosistem lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kasus-kasus tersebut kini tengah disidik intensif oleh Ditreskrimsus Polda Kaltim dan jajaran Polres setempat.


sumber bacaan: tvri, kotaku, infobank

Friday, October 30, 2026

Menikmati Manisnya Pajak IKN: Berkah Sesaat atau Lompatan Jangka Panjang?

 

kal
pembangunan jalan tol ikn

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara kini tidak lagi sekadar menjadi cetak biru di atas kertas. Proyek raksasa ini telah menjelma menjadi magnet ekonomi baru yang secara nyata mengubah lanskap fiskal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam kunjungannya ke Sepaku pada Juli 2026, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo, menegaskan visi besar ini. Beliau menyatakan bahwa IKN diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, melainkan sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan dan kawasan timur Indonesia. Harapannya, sebuah efek pengganda (multiplier effect) akan tercipta demi pemerataan pembangunan nasional.

Harapan tersebut perlahan mulai terjustifikasi melalui angka-angka. Indikator paling kasat mata dari geliat ekonomi ini dapat dilihat pada lonjakan kas negara yang bersumber dari sektor perpajakan di Bumi Etam.

Jika menilik catatan ke belakang, sinyal positif ini sudah terbaca sejak pertengahan tahun. Berdasarkan publikasi APBN Kita Regional Kaltim periode Mei 2026, pendapatan negara di wilayah ini terdongkrak hingga Rp8,914 triliun. Menariknya, penopang utama dari kinerja tersebut adalah lonjakan luar biasa pada penerimaan pajak dalam negeri yang tumbuh melesat 35,28 persen secara tahunan (year-on-year) hingga mencapai Rp6,545 triliun. Pada periode yang sama, APBN juga telah menggelontorkan belanja modal sebesar Rp3,168 triliun yang mayoritasnya dikucurkan untuk infrastruktur krusial seperti jalan bebas hambatan pendukung akses IKN.

Tren akselerasi ini terus terjaga dan terakumulasi hingga kuartal ketiga. Memasuki akhir September 2026, performa impresif perpajakan Kaltim kian tidak terbendung dengan menembus angka Rp12,69 triliun, atau tumbuh positif 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Setoran pajak ini pun sukses menjadi mesin utama dari total pendapatan negara di Kaltim yang secara agregat membukukan Rp17,95 triliun.

Namun, di balik kegembiraan atas "manisnya" setoran triliunan rupiah tersebut, sebuah pertanyaan besar patut diajukan: Apakah lonjakan ini adalah lompatan struktur ekonomi jangka panjang, atau sekadar berkah sesaat (windfall) akibat masifnya proyek fisik?

Kepala Kantor Kanwil DJPb Provinsi Kaltim, Tjahjo Purnomo, sempat memberikan catatan teknis yang penting untuk digarisbawahi. Menurutnya, pertumbuhan impresif pajak dalam negeri ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor tidak berulangnya restitusi pajak dalam jumlah besar pada periode sebelumnya. Penjelasan ini mengonfirmasi bahwa pertumbuhan yang terjadi saat ini masih bercampur dengan normalisasi pos keuangan, selain karena dorongan aktivitas riil di lapangan.

Di sisi lain, tidak dapat dimungkiri bahwa stimulus terbesar saat ini datang dari belanja modal pemerintah pusat yang mengalir deras untuk konstruksi jalan tol, gedung, dan fasilitas dasar IKN. Jenis pendapatan pajak yang lahir dari aktivitas seperti ini umumnya bersifat transaksional dan melekat pada durasi kontrak proyek. Ketika masa konstruksi masif ini selesai dan pusat pemerintahan telah sepenuhnya beroperasi, akankah aktivitas ekonomi di luar sektor pemerintahan mampu mempertahankan ritme setoran pajak sedahsyat hari ini?

Di sinilah letak tantangan sesungguhnya bagi Kalimantan Timur dan Otorita IKN. Agar manisnya pajak ini tidak menjadi berkah musiman yang habis seiring selesainya proyek fisik, IKN harus benar-benar mampu merealisasikan perannya sebagai pusat distribusi baru dan penguat sistem logistik nasional. Efisiensi jalur tol dan transportasi yang dibangun saat ini harus mampu memangkas biaya logistik ke wilayah timur Indonesia, sehingga memicu lahirnya sentra-sentra industri baru yang mandiri di sekitar ibu kota.

Jika IKN berhasil bertransformasi dari sekadar "proyek bangunan" menjadi ekosistem smart forest city yang hidup, mendorong pariwisata lokal, serta menumbuhkan sektor swasta non-konstruksi, maka lonjakan triliunan rupiah saat ini akan menjadi pondasi lompatan ekonomi jangka panjang. Namun, jika kegagalan integrasi industri pasca-konstruksi terjadi, kita hanya sedang merayakan pesta pora fiskal sementara. Pilihan ada pada sejauh mana komitmen keberlanjutan investasi dikawal mulai hari ini.

sumber bacaan: antara, kompas, arus-bawah

Wednesday, October 28, 2026

Agar Warga Lokal Tak Sekadar Menonton Pembangunan IKN

 

ikn
sokonan pnm kepada umkm di ikn

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sering kali dilihat dari kemegahan infrastruktur fisik dan gedung-gedung pemerintahan yang mulai berdiri tegak di Kalimantan Timur. Namun, ujian sejati dari keberhasilan megaproyek ini adalah sejauh mana masyarakat lokal mampu menjadi aktor utama di tanah mereka sendiri. Agar warga setempat tidak sekadar menjadi penonton pasif di tengah arus modernisasi, Otorita IKN (OIKN) melalui Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat bergerak cepat menata ekosistem ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Strategi ini bertumpu pada dua pilar utama yang saling mengunci: jaminan legalitas hukum dan keterbukaan akses permodalan.

Langkah awal untuk menyeret pelaku usaha lokal ke dalam roda perputaran ekonomi IKN adalah dengan menertibkan administrasi dan memberikan perlindungan hukum. Dalam sosialisasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada pertengahan Oktober 2026, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengingatkan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi UMKM. Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan tameng perlindungan bagi pekerja sekaligus "paspor resmi" bagi UMKM lokal untuk bisa naik kelas dan menembus pasar komersial yang lebih luas di ibu kota baru. Kepatuhan regulasi ini menjadi fondasi awal agar produk lokal diakui secara legal dan berdaya saing tinggi.

Kendati demikian, tertib hukum saja tidak akan berbunyi tanpa adanya suntikan finansial yang memadai. Sadar bahwa keterbatasan modal sering kali menjadi tembok penghalang bagi warga lokal, Otorita IKN memperluas sinergi dengan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Penjajakan kerja sama yang dibahas langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Komisaris Utama PNM Dradjad Hari Wibowo pada Agustus 2026 ini berfokus pada intervensi pendanaan mikro. Kehadiran PNM dengan program-program seperti Mekaar yang menyasar kelompok perempuan pelaku usaha ultra mikro, menjadi angin segar untuk memperkuat ekonomi keluarga di wilayah delineasi IKN. Melalui pendampingan modal yang melekat, pelaku usaha lokal dibimbing agar tidak kalah saing dengan kapital besar yang mulai berdatangan.

Pada akhirnya, perpaduan antara perlindungan legalitas dari pemerintah dan sokongan finansial dari lembaga pembiayaan menjadi jawaban konkret atas kekhawatiran marjinalisasi masyarakat lokal. Dengan NIB di tangan dan modal yang sehat di perputaran usaha, UMKM lokal kini memiliki posisi tawar untuk masuk ke dalam rantai pasok utama IKN. Pembangunan IKN harus membuktikan bahwa transformasi ibu kota baru adalah cerita tentang tumbuh bersama, di mana warga lokal berdiri tegak sebagai pemilik dan penggerak ekonomi, bukan sekadar penonton di pinggir jalan tol kemajuan.

sumber bacaan: media-indonesia, kompas