![]() |
| jumlah penduduk juli 2025 |
Badan Pusat Statistik (BPS), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Kementerian PPN/Bappenas resmi meluncurkan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025 pada 16 Desember 2025, yang merupakan hasil BPS melakukan sensus penduduk IKN pada bulan Juli 2025. Kepala BPS RI mengungkapkan bahwa pendataan ini dilakukan dengan metode door to door, menyeluruh dan mencakup seluruh penduduk di IKN, dengan melibatkan 856 petugas. Pendataan juga memanfaatkan teknologi geotagging, sehingga mampu memetakan secara presisi kondisi sosial-ekonomi hingga kondisi perumahan untuk memastikan pembangunan tepat sasaran.
Kepala OIKN menyambut hasil pendataan ini sebagai sinyal bahwa pembangunan IKN telah mencapai titik tidak bisa kembali (point of no return). Basuki juga mengumumkan langkah strategis lanjutan bersama BPS, yakni pelaksanaan Sensus Ekonomi dan peletakan batu pertama Kantor BPS di IKN yang akan dimulai Januari mendatang. Menteri PPN/Bappenas mengapresiasi sinergi yang terjalin dan menyebut data PPIKN 2025 sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan di IKN. Kolaborasi data ini diharapkan mampu mengakselerasi transformasi IKN menjadi kota dunia yang inklusif, didukung oleh potensi besar bonus demografi yang telah terpotret secara valid.
Sekitar 856 petugas pendataan penduduk Ibu Kota Nusantara (IKN) 2025 mencatat jumlah penduduk IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, berjumlah 147.427 jiwa dengan 43.293 rumah tangga. Sisi struktur demografi menggambarkan penduduk IKN didominasi usia produktif (15-64 tahun), rasio ketergantungan sebesar 47,25, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47 penduduk usia nonproduktif. Komposisi penduduk menunjukkan bahwa hampir setengah dari penduduk IKN adalah generasi Z dan milenial, yang mencerminkan potensi bonus demografi dalam pembangunan IKN ke depan.
sumber: bps, antara
Kepala OIKN menyambut hasil pendataan ini sebagai sinyal bahwa pembangunan IKN telah mencapai titik tidak bisa kembali (point of no return). Basuki juga mengumumkan langkah strategis lanjutan bersama BPS, yakni pelaksanaan Sensus Ekonomi dan peletakan batu pertama Kantor BPS di IKN yang akan dimulai Januari mendatang. Menteri PPN/Bappenas mengapresiasi sinergi yang terjalin dan menyebut data PPIKN 2025 sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan di IKN. Kolaborasi data ini diharapkan mampu mengakselerasi transformasi IKN menjadi kota dunia yang inklusif, didukung oleh potensi besar bonus demografi yang telah terpotret secara valid.
Sekitar 856 petugas pendataan penduduk Ibu Kota Nusantara (IKN) 2025 mencatat jumlah penduduk IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, berjumlah 147.427 jiwa dengan 43.293 rumah tangga. Sisi struktur demografi menggambarkan penduduk IKN didominasi usia produktif (15-64 tahun), rasio ketergantungan sebesar 47,25, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47 penduduk usia nonproduktif. Komposisi penduduk menunjukkan bahwa hampir setengah dari penduduk IKN adalah generasi Z dan milenial, yang mencerminkan potensi bonus demografi dalam pembangunan IKN ke depan.
sumber: bps, antara







0 comments:
Post a Comment