![]() |
| kegiatan proyek di 2026 |
Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, tahun ini menandai dimulainya Tahap II Pembangunan, di mana fokus bergeser dari infrastruktur dasar menuju penguatan fungsi kota sebagai Ibu Kota Politik dan pusat inovasi digital. Tahun 2026 menjadi titik awal pembangunan kompleks kekuasaan negara di luar eksekutif. Pembangunan ini mencakup 28 paket kerja sama dengan rincian 15 paket fisik dan 13 paket non-fisik. Gedung Lembaga Negara, Infrastruktur Hunian Strategis, Kompleks Rumah Ibadah, Smart Transport hingga Pusat Ekonomi dan Layanan Dasar aktivitas kota.
Pembangunan IKN 2026 didukung oleh struktur finansial yang kian mandiri. Berdasarkan data terbaru, total investasi yang masuk meliputi: Investasi Swasta Murni: Rp 66,5 Triliun. Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU): Rp 158,73 Triliun. Alokasi APBN 2026: Diproyeksikan tetap konsisten sebagai stimulan infrastruktur utama.
Pemerintah memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN pada tahun 2026 menggunakan anggaran Rp 6 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini seiring telah terbitnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat untuk sejumlah proyek.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono:
Dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk proyek-proyek strategis di IKN, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan penuh tanggung jawab
sumber berita: kompas, tempo, harianjogja
Pembangunan IKN 2026 didukung oleh struktur finansial yang kian mandiri. Berdasarkan data terbaru, total investasi yang masuk meliputi: Investasi Swasta Murni: Rp 66,5 Triliun. Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU): Rp 158,73 Triliun. Alokasi APBN 2026: Diproyeksikan tetap konsisten sebagai stimulan infrastruktur utama.
Pemerintah memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN pada tahun 2026 menggunakan anggaran Rp 6 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini seiring telah terbitnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat untuk sejumlah proyek.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono:
Dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk proyek-proyek strategis di IKN, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan penuh tanggung jawab
sumber berita: kompas, tempo, harianjogja







0 comments:
Post a Comment