![]() |
| pantau hilal |
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi resmi masuk dalam daftar titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) nasional guna menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Meski hasil observasi menunjukkan hilal belum menampakkan diri di cakrawala, momentum ini menandai babak baru bagi IKN: sebuah transisi dari sekadar pusat administrasi menuju ruang publik yang merangkul tradisi keagamaan nasional.
Berdasarkan data tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah IKN berada pada posisi minus 1,481 derajat. Angka tersebut masih berada di bawah batas minimal 3 derajat sesuai kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Lokasi di IKN menjadi satu titik pantau hilal dari 133 titik seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) oleh Kementerian Agama dan BMKG. Hasil dari pemantauan di IKN dan titik-titik lain di Kaltim akan langsung dilaporkan ke Jakarta untuk menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat awal penetapan puasa, yang nantinya akan ditetapkan dan diumumkan pemerintah pusat.
sumber berita: kompas, kaltimprov, nu
Berdasarkan data tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah IKN berada pada posisi minus 1,481 derajat. Angka tersebut masih berada di bawah batas minimal 3 derajat sesuai kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Lokasi di IKN menjadi satu titik pantau hilal dari 133 titik seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) oleh Kementerian Agama dan BMKG. Hasil dari pemantauan di IKN dan titik-titik lain di Kaltim akan langsung dilaporkan ke Jakarta untuk menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat awal penetapan puasa, yang nantinya akan ditetapkan dan diumumkan pemerintah pusat.
sumber berita: kompas, kaltimprov, nu







0 comments:
Post a Comment