Monday, May 4, 2026

Investasi Baru IKN Mei 2026

 

bar
investasi baru 2026

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih terus berlangsung, termasuk dari sisi investasi swasta. Nilai investasi yang telah masuk mencapai puluhan triliun rupiah. Selain investasi langsung, Mia menyebut skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk sektor hunian juga mulai berjalan.

Deputi Perencanaan (OIKN), Mia Amalia:
(kunjungan pimpinan MPR di IKN pada 20 April 2026)
Investasi swasta murni dapat kami laporkan juga untuk beberapa sektor seperti kesehatan, hunian dan residensial, komersial, perbankan, dan juga pergudangan. Kami telah berhasil menarik 65 investor ini di bawah pimpinan Pak Kepala dan juga dibantu oleh Bapak Deputi Pendanaan dan Investasi dengan jumlah nilai investasi mencapai 71,7 triliun. Demikian pula halnya dengan KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha) untuk hunian sudah ada dua pemrakarsa dengan total nilai investasi 5,87 triliun dan masih ada lima calon pemrakarsa yang sedang berproses. Untuk KPBU jalan dan MUT ada enam calon pemrakarsa yang sedang berproses


Ada dua perusahaan yang resmi berinvestasi pada awal tahun 2026, satu perusahaan asal Korea dan dari perusahaan lokal. PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan real estate yang merupakan anak usaha dari Dian Development Co., Ltd. asal Korea Selatan, berencana mengembangkan proyek apartemen dan hotel di WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di kawasan Pusat Pendidikan (Education Precinct) dengan sub zona campuran kepadatan tinggi. Proyek yang dikerjakan oleh perusahaan induk yang berbasis di Korea ini rencananya mulai dibangun pada triwulan IV tahun 2026 di atas lahan seluas ±33.201 meter persegi dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp1,15 triliun.

Sementara itu, PT Biru Makmur Abadi akan mengembangkan fasilitas sport center dan restoran di kawasan KIPP 1C. Berlokasi di sekitar kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma, proyek ini diharapkan dapat mendukung aktivitas kawasan pendidikan sekaligus memperkaya fasilitas publik bagi masyarakat.

Penajam Paser Utara (PPU) berharap meraih lebih banyak investasi besar sebagai imbas pengembangan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kabupaten penyangga IKN itu bahkan menyediakan proyek siap tawar yang dikemas dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO), lengkap dengan kesiapan lahan, kelayakan teknis, hingga payung regulasi yang diklaim telah rampung. Bupati PPU Mudyat Noor menyatakan langkah tersebut saat berkunjung ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur pada 23 April 2026.


sumber berita:

0 comments:

Post a Comment