Monday, November 17, 2025

Kemana Air Itu Pergi?

 

air
air hujan

Peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) melakukan kajian dengan menggunakan metode artificial neural network (ANN) yang menghasilkan kesimpulan bahwa hanya 0,5 persen luas Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menyediakan air bersih secara langsung di permukaannya. Hasil kajian ini juga menunjukkan 20 persen wilayah IKN berupa vegetasi dan selebihnya, lebih dari 79 persen, merupakan kawasan non air berupa lahan terbangun.

Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Laras Tursilowati:
Hasil ini bisa dianggap sebagai warning bagi pemangku kebijakan. Air yang benar-benar terlihat di permukaan hanya 0,5 persen.
Curah hujan di Kalimantan sebenarnya tinggi. Pertanyaannya, ke mana air itu pergi? Jika tidak dikelola, air hanya lewat sebagai banjir sesaat lalu hilang. Ini adalah data awal yang bisa digunakan untuk menyusun strategi lebih lanjut. Riset berbasis satelit akan terus kami lanjutkan untuk memantau perkembangan 5–10 tahun ke depan

Sekitar bulan Agustus 2024,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut operasi modifikasi cuaca (OMC) secara intensif yang dilakukan BMKG selama 24 jam di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur berhasil mengurangi kejadian hujan hingga 97 persen.  Kegiatan BMKG ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. Di antaranya adalah Istana Kepresidenan, Bandar Udara VVIP IKN, dan Jalan Tol menuju kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.

sumber berita: tempobmkg

0 comments:

Post a Comment