![]() |
| laporan dlh |
Masyarakat di sekitar kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan proteksi kesehatan mandiri. Berdasarkan pemutakhiran data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terbaru yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim pada Rabu (23/9/2026), kualitas udara ambien di wilayah Kalimantan Timur bergerak sangat fluktuatif, dengan sejumlah kawasan penyangga IKN kini mulai merosot ke kategori Tidak Sehat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur resmi merilis pemutakhiran data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu, 23 September 2026 pukul 07:00 WITA. Laporan berkala ini dipublikasikan sebagai panduan informasi publik agar masyarakat di wilayah terdampak polusi udara dapat segera melakukan mitigasi dan proteksi kesehatan secara mandiri.
Berdasarkan pemantauan terbaru tersebut, kondisi kualitas udara ambien di wilayah Kalimantan Timur bergerak sangat fluktuatif. Meskipun sebagian besar kota utama terpantau berada di zona aman, terjadi lonjakan konsentrasi polutan yang signifikan di area barat serta tren penurunan kualitas udara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Beberapa kawasan penyangga IKN kini masuk dalam kategori Tidak Sehat, seperti titik Wonotirto (169), Samboja (169), dan Muara Jawa (113). Kendati demikian, area pusat pemerintahan seperti Plaza Bhinneka KIPP IKN (89) dan Plaza Seremoni KIPP IKN (67) terpantau masih bertahan di kategori Sedang.
Kondisi fluktuatif ini menunjukkan perubahan status jika dibandingkan dengan data ISPU seminggu sebelumnya, yakni pada 17 September 2026 pukul 15:00 WITA. Pada periode tersebut, lonjakan pencemaran udara paling ekstrem justru terjadi di Kabupaten Kutai Barat (Sendawar) yang sempat mencatatkan nilai ISPU sebesar 363 (Kategori Berbahaya).
Selain itu, pada pemantauan 17 September tersebut, kategori Tidak Sehat (rentang nilai 101–200) juga tersebar lebih luas di sejumlah wilayah perkotaan serta titik strategis IKN lainnya, yang meliputi:
Data perbandingan ini menegaskan perlunya kewaspadaan berkelanjutan bagi warga Kaltim dan kawasan IKN terhadap dinamika perubahan kualitas udara yang terjadi dalam sepekan terakhir.
sumber bacaan: diskominfo-fluktuatif, diskominfo-tidak-sehat
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur resmi merilis pemutakhiran data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu, 23 September 2026 pukul 07:00 WITA. Laporan berkala ini dipublikasikan sebagai panduan informasi publik agar masyarakat di wilayah terdampak polusi udara dapat segera melakukan mitigasi dan proteksi kesehatan secara mandiri.
Berdasarkan pemantauan terbaru tersebut, kondisi kualitas udara ambien di wilayah Kalimantan Timur bergerak sangat fluktuatif. Meskipun sebagian besar kota utama terpantau berada di zona aman, terjadi lonjakan konsentrasi polutan yang signifikan di area barat serta tren penurunan kualitas udara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Beberapa kawasan penyangga IKN kini masuk dalam kategori Tidak Sehat, seperti titik Wonotirto (169), Samboja (169), dan Muara Jawa (113). Kendati demikian, area pusat pemerintahan seperti Plaza Bhinneka KIPP IKN (89) dan Plaza Seremoni KIPP IKN (67) terpantau masih bertahan di kategori Sedang.
Kondisi fluktuatif ini menunjukkan perubahan status jika dibandingkan dengan data ISPU seminggu sebelumnya, yakni pada 17 September 2026 pukul 15:00 WITA. Pada periode tersebut, lonjakan pencemaran udara paling ekstrem justru terjadi di Kabupaten Kutai Barat (Sendawar) yang sempat mencatatkan nilai ISPU sebesar 363 (Kategori Berbahaya).
Selain itu, pada pemantauan 17 September tersebut, kategori Tidak Sehat (rentang nilai 101–200) juga tersebar lebih luas di sejumlah wilayah perkotaan serta titik strategis IKN lainnya, yang meliputi:
- Samarinda (Taman Segiri): 177
- IKN (Wonotirto KPIKN IKN - Samboja, Kukar): 143 (meningkat menjadi 169 pada 23 September)
- Bontang (Tanjung Laut): 139
- IKN (Muara Jawa Tengah KPIKN IKN): 122
- IKN (Plaza Bhinneka KIPP IKN - Sepaku, PPU): 112 (membaik menjadi 89 pada 23 September)
- IKN (Sanipah KPIKN IKN - Samboja, Kukar): 108
Data perbandingan ini menegaskan perlunya kewaspadaan berkelanjutan bagi warga Kaltim dan kawasan IKN terhadap dinamika perubahan kualitas udara yang terjadi dalam sepekan terakhir.
sumber bacaan: diskominfo-fluktuatif, diskominfo-tidak-sehat







0 comments:
Post a Comment