Monday, October 12, 2026

Geliat Ekonomi Akar Rumput IKN: Saat Usaha Mikro Menguasai 70% Transaksi QRIS Kaltim

 
umk
qris umkm
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi baru yang masif di wilayah penyangga, khususnya Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser. Lonjakan jumlah penduduk dan pekerja konstruksi di kawasan inti pemerintahan menciptakan permintaan domestik yang besar terhadap pasokan pangan serta produk industri kreatif. Kondisi ini menuntut kesiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar dapat beradaptasi dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah arus modal skala besar.

Sebagai bentuk respons strategis, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan bergerak cepat memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui program kurasi digital. Dari total 160 unit usaha yang diusulkan oleh Otorita IKN, pemerintah daerah, dan korporasi pembina, Bank Indonesia menetapkan 45 UMKM terpilih melalui proses seleksi yang ketat.

"Pendekatan program ini diubah dari sekadar pelatihan massal menjadi pendampingan spesifik. Sepanjang Mei hingga Juni 2026, peserta mengikuti one-on-one session untuk menyelesaikan hambatan operasional masing-masing unit usaha," ungkap Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, pada Sabtu (23/5/2026). Setelah pembekalan intensif tersebut, BI melanjutkan fase monitoring berkala dari Juli hingga Oktober 2026 guna memastikan transisi teknologi digital berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Keberhasilan adopsi digital ini tecermin langsung pada lonjakan transaksi sistem pembayaran di daerah. Hingga pertengahan tahun 2026, transaksi menggunakan QRIS di Kalimantan Timur telah menembus angka 59,2 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp6,2 triliun. Capaian ini sangat progresif karena telah setara dengan 71,3% dari target transaksi QRIS tahunan di wilayah Kalimantan Timur yang dipatok sebanyak 83 juta transaksi.

Robi Ariadi menjelaskan bahwa performa digital ini didominasi oleh pergerakan ekonomi akar rumput. "Sekitar 70% dari transaksi QRIS tersebut ditopang oleh pelaku usaha mikro," ujar Robi dalam sesi tanya jawab pada Senin (5/10/2026). Tren positif di Kalimantan Timur ini sejalan dengan pertumbuhan nasional, di mana Bank Indonesia mencatat QRIS membukukan 12,55 miliar transaksi senilai Rp1,12 kuadriliun pada semester I-2026, dengan 96,68% dari total 44,86 juta merchant berasal dari kelompok UMKM.

Selain mendorong digitalisasi pembayaran, KPwBI Balikpapan juga memperluas akses pasar fisik dan memperkuat fondasi usaha berbasis syariah melalui gelaran Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026. Agenda yang mengusung tema "Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing" ini diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di Main Atrium Pentacity Mall, Balikpapan.

“PESAN 2026 menjadi bentuk komitmen berkelanjutan dalam memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus mendukung kawasan penyangga IKN agar semakin berdaya saing,” kata Robi Ariadi dalam keterangan resminya. Melalui sinergi program intervensi yang komprehensif—mulai dari pendampingan operasional, fasilitasi pembayaran digital QRIS, hingga showcase UMKM halal—BI Balikpapan memastikan fondasi ekonomi masyarakat lokal di wilayah penyangga IKN semakin tangguh dan siap bersaing di pasar modern.

sumber bacaan: bisnis, kompas, borneo-flash

0 comments:

Post a Comment