![]() |
| ancaman karhutla |
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerapkan strategi pengamanan berlapis yang disebut Pagar Betis, guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah antisipasi ini diambil untuk menyikapi prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai ancaman musim kemarau ekstrem. Berdasarkan data tersebut wilayah IKN diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni hingga Juli 2026 dengan puncak kekeringan pada bulan Agustus. Di sisi lain, curah hujan pada tahun ini, diprediksi masuk dalam kategori bawah normal yang berarti kondisi lahan akan menjadi sangat kering dan sangat mudah terbakar.
BPBD Kaltim juga telah memetakan sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, di antaranya Kecamatan Sepaku, Samboja Barat, serta kawasan Tahura Bukit Soeharto.
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo:
Kelima daerah tersebut meliputi Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Ops Room BPBD Kaltim pada pekan lalu.
Sebelumnya di bulan Januari 2026, Presiden Prabowo meminta merubah Desain IKN Antisipasi Karhutla. Perhatian Presiden terhadap aspek tersebut didasari oleh karakter iklim di wilayah IKN yang panas serta adanya ancaman potensi terjadinya kebakaran hutan karena berada di kawasan dengan tutupan hutan yang luas. Presiden ingin perencanaan desain benar-benar mempertimbangkan langkah-langkah antisipasi terhadap risiko tersebut.
sumber: antara, idntimes, detik
BPBD Kaltim juga telah memetakan sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, di antaranya Kecamatan Sepaku, Samboja Barat, serta kawasan Tahura Bukit Soeharto.
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo:
Lima daerah penyangga telah sepakat untuk turun membantu pemadaman sebagai bentuk implementasi strategi Pagar Betis
Kelima daerah tersebut meliputi Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Ops Room BPBD Kaltim pada pekan lalu.
Sebelumnya di bulan Januari 2026, Presiden Prabowo meminta merubah Desain IKN Antisipasi Karhutla. Perhatian Presiden terhadap aspek tersebut didasari oleh karakter iklim di wilayah IKN yang panas serta adanya ancaman potensi terjadinya kebakaran hutan karena berada di kawasan dengan tutupan hutan yang luas. Presiden ingin perencanaan desain benar-benar mempertimbangkan langkah-langkah antisipasi terhadap risiko tersebut.
sumber: antara, idntimes, detik







0 comments:
Post a Comment