Sunday, April 5, 2026

Permintaan Rumah di Balikpapan

 

min
permintaan rumah naik

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Kota Balikpapan berpotensi meningkat pada 2026 dengan kelanjutan pembangunan IKN. 

Kepala Perwakilan BI Kota Balikpapan, Robi Ariadi:
Pembangunan IKN berlanjut tahap dua dan aktivitas industri yang mulai bergerak meningkatkan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan. Porsi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) masih dominan, dinilai pembiayaan perumahan tetap menjadi salah satu penopang penting bagi pasar properti Balikpapan


Penyaluran KPR di Kota Balikpapan mencapai Rp 4,97 triliun pada akhir 2025, menjadikan KPR sebagai cara utama masyarakat memiliki rumah dengan porsi 78 persen dari total transaksi. KPR tetap menjadi pilihan utama karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencicil dalam jangka panjang, dan pertumbuhan penyaluran KPR tercatat 4,16 persen secara tahunan, kendati tidak setinggi periode sebelumnya.

Dengan demikian untuk masyarakat masyarakat Balikpapan, Kalimantan Timur, yang bermimpi memiliki hunian di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), perbankan tetap menjadi pilar utama. Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Balikpapan, sebanyak 78 persen konsumen mengandalkan pembiayaan perbankan (KPR) untuk membeli rumah baru. Angka ini jauh melampaui skema tunai bertahap yang hanya sebesar 13 persen dan tunai keras yang hanya 9 persen.

sumber berita: tempokompas

0 comments:

Post a Comment