![]() |
| komentar dunia |
Sebuah kota masa depan di mana gedung-gedung tinggi tidak meruntuhkan pepohonan, melainkan tumbuh berdampingan dengan rindangnya hutan tropis Kalimantan. Inilah Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah pusat peradaban baru yang sedang dibangun dengan visi besar menjadi "Kota Dunia untuk Semua". Konsep luar biasa ini bukan sekadar mimpi di atas kertas, melainkan sebuah rencana nyata untuk menciptakan ruang hidup yang ramah lingkungan, inklusif, dan siap membuat seluruh masyarakat Indonesia bangga di panggung internasional.
Sebagai kota hutan berkelanjutan, IKN benar-benar membalik cara lama kita dalam membangun perkotaan. Jika biasanya pembangunan kota identik dengan pembukaan lahan hijau secara besar-besaran, IKN justru mengunci 65% dari total wilayahnya khusus sebagai kawasan lindung. Hanya sekitar 25% area saja yang dialokasikan untuk bangunan pemerintah dan aktivitas perkotaan modern. Di sini, hutan tidak dikorbankan demi beton. Lewat program restorasi seperti Miniatur Hutan Tropis Nusantara, berbagai jenis flora endemik asli Kalimantan ditanam kembali secara massal untuk memulihkan ekosistem yang sempat rusak. Dampak positifnya sudah mulai terlihat, di mana keanekaragaman hayati dan berbagai satwa liar perlahan-lahan kembali ke habitat aslinya, hidup aman berdampingan dengan manusia.
Ibu Kota Nusantara (IKN) diakui secara global dan disanjung Malaysia sebagai "taman surga" karena keberhasilannya memadukan konsep kota hutan berkelanjutan dengan modernitas. Proyek ini memenangkan penghargaan Honour Award pada Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 berkat keindahan dan tata kota di Sumbu Kebangsaan.
Kekaguman terhadap penampakan IKN yang memukau layaknya taman surga ini diakui langsung oleh para pejabat global yang berkunjung ke Kalimantan Timur. Tokoh internasional seperti Choi Jung-won dari Kementerian Pertanahan Korea Selatan, hingga Panglima 5 Divisyen Tentara Darat Malaysia, Mayor Jenderal Datuk Shamshor bin Haji Jaafar, secara terbuka menyampaikan rasa kagum mereka terhadap konsep pembangunan Nusantara.
Namun, kehebatan IKN tidak berhenti pada kelestarian alamnya semata. Kota ini dirancang sangat inklusif agar ramah bagi siapa saja tanpa terkecuali. Tidak ada lagi sekat-sekat sosial yang memisahkan masyarakat. Mulai dari pejabat negara, pekerja lapangan, warga lokal, hingga saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas akan memiliki hak serta akses yang setara terhadap fasilitas publik, sistem transportasi modern, dan peluang ekonomi. Pembangunannya ditargetkan membawa pemerataan ekonomi yang berkesinambungan. Hebatnya lagi, proyek besar ini ikut menyatukan tangan para talenta terbaik dalam negeri dan jaringan diaspora dari berbagai belahan dunia yang rindu menyumbangkan keahlian mereka demi tanah air.
sumber bacaan: jurnalborneo, antara, cnbc-indonesia
Sebagai kota hutan berkelanjutan, IKN benar-benar membalik cara lama kita dalam membangun perkotaan. Jika biasanya pembangunan kota identik dengan pembukaan lahan hijau secara besar-besaran, IKN justru mengunci 65% dari total wilayahnya khusus sebagai kawasan lindung. Hanya sekitar 25% area saja yang dialokasikan untuk bangunan pemerintah dan aktivitas perkotaan modern. Di sini, hutan tidak dikorbankan demi beton. Lewat program restorasi seperti Miniatur Hutan Tropis Nusantara, berbagai jenis flora endemik asli Kalimantan ditanam kembali secara massal untuk memulihkan ekosistem yang sempat rusak. Dampak positifnya sudah mulai terlihat, di mana keanekaragaman hayati dan berbagai satwa liar perlahan-lahan kembali ke habitat aslinya, hidup aman berdampingan dengan manusia.
Ibu Kota Nusantara (IKN) diakui secara global dan disanjung Malaysia sebagai "taman surga" karena keberhasilannya memadukan konsep kota hutan berkelanjutan dengan modernitas. Proyek ini memenangkan penghargaan Honour Award pada Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 berkat keindahan dan tata kota di Sumbu Kebangsaan.
Kekaguman terhadap penampakan IKN yang memukau layaknya taman surga ini diakui langsung oleh para pejabat global yang berkunjung ke Kalimantan Timur. Tokoh internasional seperti Choi Jung-won dari Kementerian Pertanahan Korea Selatan, hingga Panglima 5 Divisyen Tentara Darat Malaysia, Mayor Jenderal Datuk Shamshor bin Haji Jaafar, secara terbuka menyampaikan rasa kagum mereka terhadap konsep pembangunan Nusantara.
Namun, kehebatan IKN tidak berhenti pada kelestarian alamnya semata. Kota ini dirancang sangat inklusif agar ramah bagi siapa saja tanpa terkecuali. Tidak ada lagi sekat-sekat sosial yang memisahkan masyarakat. Mulai dari pejabat negara, pekerja lapangan, warga lokal, hingga saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas akan memiliki hak serta akses yang setara terhadap fasilitas publik, sistem transportasi modern, dan peluang ekonomi. Pembangunannya ditargetkan membawa pemerataan ekonomi yang berkesinambungan. Hebatnya lagi, proyek besar ini ikut menyatukan tangan para talenta terbaik dalam negeri dan jaringan diaspora dari berbagai belahan dunia yang rindu menyumbangkan keahlian mereka demi tanah air.
sumber bacaan: jurnalborneo, antara, cnbc-indonesia







0 comments:
Post a Comment