Friday, July 17, 2026

Jalan Tol IKN : Pangkas Waktu Sepinggan–IKN Jadi 60 Menit

 

wak
pangkas waktu 1 jam

Pembangunan infrastruktur penghubung menuju Ibu Kota Nusantara terus dipercepat melalui sejumlah proyek strategis nasional. Salah satu proyek utama, Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 Karangjoang–KKT Kariangau–Jembatan Sungai Wain, ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2027. Ruas tol tersebut akan menghubungkan jaringan Tol Balikpapan–Samarinda langsung menuju kawasan inti pemerintahan IKN serta Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Melalui koridor sepanjang sekitar 70 kilometer itu,  waktu tempuh perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menuju kawasan IKN diproyeksikan hanya sekitar 60 menit. Durasi tersebut jauh lebih efisien dibandingkan jalur arteri konvensional sebelumnya yang memerlukan waktu hingga 150 menit.

Secara keseluruhan, penyelesaian proyek ditargetkan pada 31 Desember 2026 dan akan mulai dioperasikan penuh pada Januari 2027 setelah melalui uji kelayakan oleh otoritas terkait.

Saat ini, sejumlah pekerjaan lanjutan masih berlangsung, antara lain penyelesaian ramp, struktur slab-on-pile, erection steel box girder pada beberapa titik, perkerasan jalan, serta proteksi lereng dan beautifikasi di sejumlah segmen. Proyek ini dikerjakan melalui skema Integrated Joint Operation yang melibatkan sejumlah BUMN, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Dalam proses konstruksi, proyek menghadapi tantangan berupa kondisi tanah labil jenis clay shale yang mudah bergeser serta curah hujan tinggi yang memengaruhi stabilitas lereng dan produktivitas pekerjaan. Untuk mengatasinya, digunakan sejumlah teknologi konstruksi seperti Building Information Modeling (BIM), Light Detection and Ranging (LiDAR), drone photogrammetry, serta sistem manajemen proyek berbasis digital. Penerapan teknologi tersebut disebut mampu meningkatkan keselamatan kerja, kualitas konstruksi, serta efisiensi waktu pelaksanaan dibandingkan metode konvensional berbasis darat.


sumber berita: konstruksimediakompas

0 comments:

Post a Comment