Sunday, July 19, 2026

Samarinda : Jantung Kawasan IKN

 

jAN
grand city samarinda

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tancap gas mematangkan peran strategisnya dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jelang Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2, sinkronisasi tata ruang hingga infrastruktur jadi fokus utama. Langkah itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi, Kamis (10/4) di gedung Balai Kota.

Sekda Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi:
Sinkronisasi ini penting agar arah pembangunan daerah sejalan dengan program strategis nasional


Sebelumnya, pembahasan teknis telah digodok dalam Technical Working Group (TWG) pada JCC ke-1 yang melibatkan lima daerah, pemerintah provinsi, Bappenas, serta JICA. Hasilnya akan dipertajam dalam JCC ke-2 agar lebih implementatif. Pemkot Samarinda kini menitikberatkan pada penyelarasan tata ruang, penguatan infrastruktur, serta penyusunan program prioritas menuju RPJMD 2027.

Sementara itu, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui induk usahanya, Sinarmas Land, resmi diluncurkan di kota Samarinda Grand City Samarinda, proyek kota mandiri pertama di ibu kota provinsi tersebut.

Ekspansi ini memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Samarinda yang mencatat angka 6,22 persen pada 2025 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Laju pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur dan nasional, sebuah indikator menguatnya daya beli lokal seiring masifnya pembangunan infrastruktur IKN. Proyek baru ini menempati lahan seluas lebih dari 70 hektar. Konsep perencanaan tata kotanya mengintegrasikan fungsi hunian, area komersial, dan ruang terbuka hijau secara simultan.

sumber berita: samarindakotakompas

0 comments:

Post a Comment