Friday, September 30, 2022
Thursday, September 29, 2022
Bicara Dengan Data : Ekspor Batu Bara Kaltim Bisa Biayai IKN Nusantara
![]() |
| Data Bicara |
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor :(Semisal) beban pembangunan IKN diserahkan ke Kalimantan Timur maka untuk memenuhi biaya pembangunan tersebut bisa menggunakan dana dari hasil ekspor batu bara yang nilainya bisa mencapai sekitar USD 40.000 miliar atau sekitar Rp 500 triliun lebih."Hasil ekspor batu bara di wilayahnya sangat menjanjikan.
Bahkan (kalau dihitung) nilai ekspor tersebut bisa melebihi rencana biaya pembangunan Ibu Kota Negara IKN Nusantara (sebesar Rp 466 triliun)".
Kompas
Wednesday, September 28, 2022
IKN Nusantara : Berharap Multiplier Effect Positif
![]() |
| Efek Positif Perekonomian |
IKN Nusantara adalah pekerjaan besar yang dimulai pada Tahun 2022 dan pengembangannya akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Dharapkan IKN akan menjadi motor inovasi bagi akselerasi pembangunan ekonomi masa depan.
Rencana IKN yang diarahkan sebagai katalis ekonomi tentu pada akhirnya akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik bagi Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan, kawasan Indonesia Timur, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kedua setelah DKI Jakarta.
Kementerian PPN/Bappenas telah mengarahkan IKN Nusantara sebagai katalis Kalimantan Timur dengan mendorong pengembangan ekonomi masa depan. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi segitiga perkotaan inti, yakni Samarinda, Balikpapan dan IKN Nusantara itu sendiri.
Antara
Tuesday, September 27, 2022
Kawasan Pangan Menyokong IKN di Sulteng
![]() |
| Lahan Pangan |
Sulbar mampu menjadi daerah penyanggah pangan IKN karena mengalami surplus beras setiap tahunnya dengan produksi mencapai 51 ribu ton per tahun.Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempersiapkan diri untuk menjadi daerah penyanggah kebutuhan pangan di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Pulau Kalimantan.
Pemkot Samarinda terlalu sibuk dengan masalah domestik-nya (baca: banjir) sehingga belum mengeluarkan ide untuk menyokong pembangunan IKN Nusantara. Mungkin.
Thursday, September 22, 2022
Bendungan Sepaku Semoi Untuk 1.5 Juta Penduduk IKN
![]() |
| IKN Nusantara |
Bendungan Sepaku Semoi, yang akan memasok kebutuhan air untuk 1.5 juta orang, ditargetkan rampung pada Desember 2023.
Secara khusus air yang dihasilkan berkualitas "siap-minum".
Kalau (air) enggak bisa diminum langsung, percuma (ibu kota) kita pindah.
CNN Indonesia
Monday, September 19, 2022
IKN : Meraih Level Lebih Tinggi
![]() |
| Level Sepak Bola |
- Membawa serta Tim Kepelatihan (Asisten Pelatih). Shin Tae-yong (Timnas), Luis Milla (Persib), Thomas Doll(Persija) kompak menentukan dan membawa Asisten-Pelatihnya. Tujuannya adalah agar bisa menjalankan skuad sesuai dengan keinginannya. Mereka merasa perlu bekerja dengan didukung oleh tim-kepelatihan sesuai selera dan rencana mereka. Hak ini bukan berarti tidak ada asisten teknis, pelatih kiper ataupun pelatih kebugaran yng berkualitas di lokal.
- Pandangan Para Pelatih Asing Pemain Muda. Thomas Doll setelah 6-minggu melatih Persija, hanya bertemu Pemain Muda Persija di luar lapangan. Dia heran kenapa Pemain Muda tidak berlatih bersama klub. Padahal sepengalamannya, seorang pemain muda harusnya berkembang di klub profesionalnya, itulah yang penting. Kalau Pemain Muda tidak berlatih bersama klub-nya maka kesempatan bermain membela klub akan kecil. Karena menurutnya, jika ingin memiliki talenta terbaik (Pemain Muda), maka harus dilihat cara mainnya di level klub aslinya. Shin Tae Yong lebih senang memanggil pemain muda ke timnas dan terkesan melupakan pemain senior. Dia berharap Timnas Indonesiaakan meingkat di masa depan jika ada investasi lebih dari klub dan PSSI (terhadap Pemain Muda Saat ini). Dia sadar betul resiko keberpihakannya kepada Pemain Muda (yang minim pengalaman), dia akan menuai serangkaian kegagalan (juara) di tahap awal. Namun dia mingin memberikan fondasi yang kuat agar sepak bola Indonesia memilki masa depan cerah.
- Shin Tae Yong (Pelatih Kepala Timnas saat ini) melarang pemain malas untuk masuk Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu lebih mengutamakan pengorbanan alih-alih kualitas pemain. Dia lebih memilih pemain yang mau mengorbankan dirinya di Timnas Indonesia meskipun kemampuannya kurang. Shin Tae-yong menyampaikan kebingungannya terkait etos kerja para pemain yang kerap berpuas diri dengan kualitasnya. Mengapa pemain Indonesia tidak bisa memaksa untuk melebihi batas kemampuannya?
- Memberikan "kesempatan sama" pada semua Pemain untuk bermain dan merasakan atmosper pertandingan hal mana diperlukan oleh semua pemain muda. Itu sangat terlihat pada pertandingan kedua, saat menghadapi Hongkong, 9-pemain baru (yang tidak bermain pada pertandingan pembuka) diturunkan dan hanya 2-pemain yang merasakan pertandingan sebelumnya. Di sisi lain, pemain bisa menyimpan tenaga serta selalu siap secara fisik bila diturunkan ke lapangan.
- Di pertandingan puncak, melawan Vietnam, ada beberapa "pemain-kunci" yg tidak diturunkan sejak menit pertama (starting 11). Sebagai antisipasi permainan keras yang diterapkan oleh lawan namun juga memberikan kesempatan kepada pemain-kunci tsb mengamati permainan lawan selama babak pertama. Hasilnya, saat mereka diturunkan pada babak kedua, pemain-kunci itu berhasil merubah permain dan berhasil membobol gawang lawan.
- Semua pemain bekerja keras dan berlari (dengan atau tanpa bola). Pemain Muda tersebut diharuskan bisa bermain "multi-posisi" tidak sekedar bermain seperti pada posisi keahlian mereka saja. Terbukti Timnas Muda U-20 kita bisa fokus sebagai pemain-belakang untuk bertahan tapi mampu mendukung penyerangan bahkan membuat gol ke gawang lawan.
Melihat permainan sepak bola Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya bisa menjadi contoh. Bukan kemenangan dan keberhasilan menjadi juara group dan maju ke putaran final di Uzbekistan tapi mental baja serta planning yang kuat pada Timnas U-20. Tiga pertandingan yang dilakoni oleh Timnas U-20 semuanya penting dan "harus" memperoleh kemenangan.
Mengapa Para Pemain Indonesia Tidak Bisa Melebihi Batas Kemampuan
PSSI Setuju 3 Pelatih Ini Jadi Asisten Baru Shin Tae-yong
Thomas Doll Bawa 4 Asisten dari Luar Negeri
Milla Dibantu Dua Asisten Pelatih Asing dari La Liga
Bongkar Kelemahan Pemain Timnas Indonesia
Ini Komentar Pelatih Asing Atas Liga Indonesia
Thomas Doll Merasa Heran
Pemain Malas Dilarang Masuk Timnas Indonesia
Thursday, September 15, 2022
Samarinda Seperti Singapura
![]() |
| Fasilitas Samarinda |
"Properti di wilayah yang sudah mapan infrastrukturnya seperti Samarinda akan lebih menarik minat investor dan pekerja yang punya kepentingan di IKN. Membangun sebuah kota baru butuh waktu panjang, sehingga orang akan lebih memilih tinggal di kota yang sudah jadi. Pembangunan IKN akan menjadi booster untuk kawasan properti yang sudah dikembangkan di Samarinda dan Balikpapan. Kota-kota ini saya rasa akan jauh lebih maju dibandingkan IKN itu sendiri".
medcom












