![]() |
| karhutla di sekitar ikn |
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Timur tidak berdampak pada proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini dikarenakan titik kebakaran utama berada cukup jauh dari area inti pembangunan fisik.
"Enggak terganggu. Itu di Bukit Soeharto. Jadi jaraknya cukup jauh," ujar Basuki saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Basuki memaparkan, akumulasi area yang terdampak kebakaran di sekitar IKN mencapai sekitar 1.600 hektare yang tersebar di banyak tempat. Dari total luasan tersebut, sekitar 900 hektare berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, sementara 600 hektare lainnya melanda lahan perkebunan kelapa sawit milik warga.
Seluruh titik api tersebut dipadamkan sepenuhnya melalui jalur darat tanpa melibatkan operasi modifikasi cuaca (hujan buatan). Menurut Basuki, skala kebakaran di lapangan dinilai masih sangat memungkinkan untuk dikendalikan secara manual oleh tim pemadam. "Jadi cukup dengan darat saja. Dua kali saya ikut pemadaman darat. Karena tidak terlalu luas, hanya 1.600 hektare tapi di banyak tempat," tambahnya.
Mantan Menteri PUPR ini juga menegaskan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada indikasi keterlibatan pihak korporasi atau perusahaan dalam peristiwa kebakaran di Kalimantan Timur tersebut. "Tidak ada (pembakaran oleh korporasi) di Kalimantan Timur," tegasnya.
Meski sempat memicu kabut asap yang membuat indeks kualitas udara (IKU) di kawasan IKN melonjak ke kisaran 100 hingga 130 pada pagi hari, Basuki memastikan kondisi kini sudah membaik. Kualitas udara telah berangsur turun dan kembali normal di bawah angka 100 seiring dengan keberhasilan tim gabungan memadamkan seluruh titik api makro tersebut.
Respons Cepat Pemadaman Mikro di Kawasan Inti (KIPP)
Kendati titik kebakaran besar berada jauh di luar kawasan inti, kesiapsiagaan penuh tetap ditunjukkan oleh tim gabungan di lapangan saat mendeteksi percikan api sekecil apa pun di dalam wilayah IKN.
Teranyar pada Kamis (22/10/2026), sebuah insiden karhutla skala kecil sempat muncul di sekitar Jalan Tol 1C, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang masuk dalam wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol. Supriyanto, melalui Kasi Humas Ipda Jumansyah, mengungkapkan bahwa laporan adanya titik panas (hotspot) tersebut diterima pertama kali pada pukul 13.00 WITA. Menanggapi laporan itu, personel Polresta Kawasan IKN langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Operasi pemadaman taktis ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari personel Kepolisian, petugas Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Otorita IKN, hingga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Otorita IKN.
“Tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, di antaranya mesin pompa air, mobil pemadam kebakaran, hingga truk tangki air,” kata Jumansyah.
Berdasarkan hasil pemantauan, area tersebut mencakup enam titik api kecil yang menghanguskan lahan vegetasi seluas kurang lebih 500 meter persegi. Petugas di lapangan berjibaku membuka jalur selang menuju titik api dan melakukan penyiraman intensif.
Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan (cooling down) menyeluruh demi memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tepat pada pukul 18.00 WITA, situasi di area tol KIPP tersebut dinyatakan telah aman, kondusif, dan terkendali sepenuhnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti munculnya titik api di kawasan KIPP tersebut. Otorita IKN bersama aparat keamanan mengimbau seluruh masyarakat dan pekerja proyek untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi musim kemarau saat ini.
sumber bacaan: koran-jakarta, media-indonesia, suara-independent
"Enggak terganggu. Itu di Bukit Soeharto. Jadi jaraknya cukup jauh," ujar Basuki saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Basuki memaparkan, akumulasi area yang terdampak kebakaran di sekitar IKN mencapai sekitar 1.600 hektare yang tersebar di banyak tempat. Dari total luasan tersebut, sekitar 900 hektare berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, sementara 600 hektare lainnya melanda lahan perkebunan kelapa sawit milik warga.
Seluruh titik api tersebut dipadamkan sepenuhnya melalui jalur darat tanpa melibatkan operasi modifikasi cuaca (hujan buatan). Menurut Basuki, skala kebakaran di lapangan dinilai masih sangat memungkinkan untuk dikendalikan secara manual oleh tim pemadam. "Jadi cukup dengan darat saja. Dua kali saya ikut pemadaman darat. Karena tidak terlalu luas, hanya 1.600 hektare tapi di banyak tempat," tambahnya.
Mantan Menteri PUPR ini juga menegaskan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada indikasi keterlibatan pihak korporasi atau perusahaan dalam peristiwa kebakaran di Kalimantan Timur tersebut. "Tidak ada (pembakaran oleh korporasi) di Kalimantan Timur," tegasnya.
Meski sempat memicu kabut asap yang membuat indeks kualitas udara (IKU) di kawasan IKN melonjak ke kisaran 100 hingga 130 pada pagi hari, Basuki memastikan kondisi kini sudah membaik. Kualitas udara telah berangsur turun dan kembali normal di bawah angka 100 seiring dengan keberhasilan tim gabungan memadamkan seluruh titik api makro tersebut.
Respons Cepat Pemadaman Mikro di Kawasan Inti (KIPP)
Kendati titik kebakaran besar berada jauh di luar kawasan inti, kesiapsiagaan penuh tetap ditunjukkan oleh tim gabungan di lapangan saat mendeteksi percikan api sekecil apa pun di dalam wilayah IKN.
Teranyar pada Kamis (22/10/2026), sebuah insiden karhutla skala kecil sempat muncul di sekitar Jalan Tol 1C, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang masuk dalam wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol. Supriyanto, melalui Kasi Humas Ipda Jumansyah, mengungkapkan bahwa laporan adanya titik panas (hotspot) tersebut diterima pertama kali pada pukul 13.00 WITA. Menanggapi laporan itu, personel Polresta Kawasan IKN langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Operasi pemadaman taktis ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari personel Kepolisian, petugas Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Otorita IKN, hingga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Otorita IKN.
“Tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, di antaranya mesin pompa air, mobil pemadam kebakaran, hingga truk tangki air,” kata Jumansyah.
Berdasarkan hasil pemantauan, area tersebut mencakup enam titik api kecil yang menghanguskan lahan vegetasi seluas kurang lebih 500 meter persegi. Petugas di lapangan berjibaku membuka jalur selang menuju titik api dan melakukan penyiraman intensif.
Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan (cooling down) menyeluruh demi memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tepat pada pukul 18.00 WITA, situasi di area tol KIPP tersebut dinyatakan telah aman, kondusif, dan terkendali sepenuhnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti munculnya titik api di kawasan KIPP tersebut. Otorita IKN bersama aparat keamanan mengimbau seluruh masyarakat dan pekerja proyek untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi musim kemarau saat ini.
sumber bacaan: koran-jakarta, media-indonesia, suara-independent







0 comments:
Post a Comment