![]() |
| asap karhutla di ikn |
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan pemantauan kualitas udara secara berkala di sejumlah kabupaten dan kota yang mencatatkan indeks pencemaran kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat. Langkah ini diambil menyusul kian memburuknya polusi udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
"Kami menyiagakan seluruh stasiun pemantau Air Quality Monitoring System (AQMS) dan mengawasi ketat wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan emisi," kata Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto, di Samarinda, Jumat (16/10/2026).
Laporan resmi pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per pertengahan Oktober 2026 menunjukkan kondisi atmosfer di Kabupaten Kutai Barat dan kawasan IKN Samboja (Kabupaten Kutai Kartanegara) berada pada tingkat yang memprihatinkan. Di Sendawar, Kutai Barat, stasiun AQMS mencatat lonjakan drastis dari kategori sedang menjadi sangat tidak sehat dengan nilai indeks mencapai 192. Atas kondisi ini, DLH mengimbau masyarakat Sendawar untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, lonjakan polusi udara paling signifikan terjadi di kawasan IKN Samboja, tepatnya di stasiun pemantau Wonotirto. Pada Jumat sore, data ISPU di lokasi tersebut sempat tercatat di angka 181 (kategori Tidak Sehat), sebelum akhirnya melonjak tajam hingga menembus angka 213. Angka ini menempatkan IKN Samboja Wonotirto sebagai wilayah dengan indeks pencemaran tertinggi di seluruh Kalimantan Timur.
Kondisi kabut asap ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono. Menurutnya, situasi saat ini merupakan paparan kabut asap terparah sejak karhutla melanda. Basuki menduga kepekatan udara ini diperparah oleh asap kiriman dari karhutla yang terjadi di luar perimeter IKN atau wilayah lain di Pulau Kalimantan.
Dampak visualnya sangat terasa di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Jarak pandang dilaporkan merosot hingga radius 5 kilometer, membuat bangunan ikonik seperti Istana Garuda, Rumah Susun ASN, hingga Masjid Negara terlihat samar dan tertutup asap pekat. Kepekatan tertinggi umumnya terjadi pada waktu pagi hari.
"Kondisi ini paling terasa di pagi hari. Oleh karena itu, kami mengimbau dengan sangat agar seluruh masyarakat dan pekerja di kawasan IKN wajib menggunakan masker saat beraktivitas," pungkas Basuki dikutip Kamis (15/10/2026).
sumber bacaan: eksposkaltim, tribunnews, inilah
"Kami menyiagakan seluruh stasiun pemantau Air Quality Monitoring System (AQMS) dan mengawasi ketat wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan emisi," kata Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto, di Samarinda, Jumat (16/10/2026).
Laporan resmi pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per pertengahan Oktober 2026 menunjukkan kondisi atmosfer di Kabupaten Kutai Barat dan kawasan IKN Samboja (Kabupaten Kutai Kartanegara) berada pada tingkat yang memprihatinkan. Di Sendawar, Kutai Barat, stasiun AQMS mencatat lonjakan drastis dari kategori sedang menjadi sangat tidak sehat dengan nilai indeks mencapai 192. Atas kondisi ini, DLH mengimbau masyarakat Sendawar untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, lonjakan polusi udara paling signifikan terjadi di kawasan IKN Samboja, tepatnya di stasiun pemantau Wonotirto. Pada Jumat sore, data ISPU di lokasi tersebut sempat tercatat di angka 181 (kategori Tidak Sehat), sebelum akhirnya melonjak tajam hingga menembus angka 213. Angka ini menempatkan IKN Samboja Wonotirto sebagai wilayah dengan indeks pencemaran tertinggi di seluruh Kalimantan Timur.
Kondisi kabut asap ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono. Menurutnya, situasi saat ini merupakan paparan kabut asap terparah sejak karhutla melanda. Basuki menduga kepekatan udara ini diperparah oleh asap kiriman dari karhutla yang terjadi di luar perimeter IKN atau wilayah lain di Pulau Kalimantan.
Dampak visualnya sangat terasa di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Jarak pandang dilaporkan merosot hingga radius 5 kilometer, membuat bangunan ikonik seperti Istana Garuda, Rumah Susun ASN, hingga Masjid Negara terlihat samar dan tertutup asap pekat. Kepekatan tertinggi umumnya terjadi pada waktu pagi hari.
"Kondisi ini paling terasa di pagi hari. Oleh karena itu, kami mengimbau dengan sangat agar seluruh masyarakat dan pekerja di kawasan IKN wajib menggunakan masker saat beraktivitas," pungkas Basuki dikutip Kamis (15/10/2026).
sumber bacaan: eksposkaltim, tribunnews, inilah







0 comments:
Post a Comment