Monday, October 19, 2026

Imbas Kemarau Panjang, Distribusi Air Bersih Darurat Diperluas hingga Kawasan Sekitar IKN

 

ber
distribusi air bersih

Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih berlanjut dan kian dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, instansi terkait, dan relawan terus menggencarkan penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Penyaluran ini difokuskan di wilayah-wilayah dengan tingkat kekeringan paling parah berdasarkan permintaan di empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku di sekitar IKN. Warga mengaku makin kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, menuturkan bahwa pihaknya terus memperketat aksi kemanusiaan melalui pendistribusian air bersih secara berkala untuk masyarakat serta fasilitas umum. “Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi guna memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap terpenuhi di tengah tantangan keterbatasan pasokan saat ini,” ujarnya. Berdasarkan laporan dari lapangan, selama periode 10 hingga 16 Oktober 2026, distribusi air bersih telah berjalan intensif di berbagai titik di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku.

Dampak kemarau panjang yang diperparah oleh fenomena El Nino ini ternyata tidak hanya melanda wilayah PPU dan IKN. Krisis serupa juga meluas ke Kota Balikpapan, sehingga memaksa otoritas setempat mengambil langkah darurat.

Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiagakan sebanyak 21 armada truk tangki untuk membantu menyuplai air bersih kepada warga yang mengalami gangguan pasokan. "Kami telah menyiapkan sekitar 21 mobil yang akan digunakan dalam operasional pengiriman air kepada warga," kata Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, Kamis (15/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, pengiriman air darurat ini juga melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Balikpapan beserta satgas setempat. Yudhi memastikan tim operasional di lapangan bergerak cepat untuk menjaga ketersediaan unit armada bagi masyarakat.

Meski armada telah siap, Yudhi tidak menampik bahwa kemampuan produksi air bersih PTMB saat ini masih terkendala oleh minimnya pasokan air baku. Pasalnya, pengelolaan serta debit air baku dari waduk utama masih berada di bawah pengawasan dan regulasi ketat Balai Wilayah Sungai (BWS).

sumber bacaan: media-indonesia, detik

0 comments:

Post a Comment