Saturday, June 6, 2026

Akibat Perang di Timteng

 

tim
perang

Konflik geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah, termasuk gejolak minyak dunia, berpotensi menciptakan efek rambatan terhadap perekonomian global, termasuk pembangun IKN di Indonesia.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet:
Dampaknya paling cepat terasa pada kenaikan harga pangan, transportasi, dan energi. Kondisi ini membuat kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke bawah tentu menjadi pihak yang paling rentan terdampak.


Yusuf menilai, relokasi belanja anggaran program pemerintah bisa menjadi opsi untuk menebalkan berbagai program insentif ekonomi bagi rakyat. Misalnya dengan mengalihkan anggaran program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).

Yusuf menekankan bahwa dalam kondisi tekanan fiskal, pemerintah perlu melakukan refocusing anggaran. Menurutnya, program besar pun harus siap dievaluasi skala dan tahapan implementasinya jika ada kebutuhan yang lebih mendesak, khususnya untuk stabilisasi harga atau perlindungan sosial langsung.

Pemerintah membuka opsi untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan sebesar Rp 335 triliun pada tahun ini. Langkah ini menjadi salah satu skenario jika lonjakan harga minyak mentah dunia memicu pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga melewati batas aman 3%. Menanggapi kabar tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengaku belum menerima arahan resmi mengenai pemotongan anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.


sumber berita: kontaninvestorkontan-minyak

0 comments:

Post a Comment