Saturday, June 27, 2026

Persaingan UMKM Dari Luar Wilayah IKN

 

per
worshop di ikn

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ) di wilayah penyangga Kalimantan Timur kini diarahkan untuk merespons lompatan permintaan pasar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tekanan kebutuhan logistik, barang, dan jasa di pusat pemerintahan baru tersebut menuntut transformasi fundamental pada struktur bisnis pelaku usaha domestik dari sistem manajemen tradisional menuju standardisasi industri yang berdaya saing global.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menggelar Workshop Entrepreneurship 2026. Program kurasi ketat ini melibatkan 100 pelaku UMKM terpilih serta unit usaha produktif dari sejumlah pondok pesantren binaan yang tersebar di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, hingga Kawasan Inti IKN.

Data internal bank sentral mengindikasikan bahwa sebagian besar pelaku usaha di wilayah penyangga IKN masih terhambat oleh persoalan struktural yang laten. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan pola pikir kewirausahaan, lemahnya tata kelola manajerial, minimnya inovasi kemasan, serta rendahnya penetrasi teknologi digital dalam rantai produksi harian. Faktor-faktor inilah yang kerap membuat produk lokal kalah bersaing saat berhadapan dengan penetrasi pasokan barang dari luar daerah.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan 8 Center (B8C) Kalimantan Timur (Kaltim) menjajaki kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan Perindustrian Kota Balikpapan untuk memperkuat kapasitas UMKM lokal, pada 25 Juni 2026. Audiensi yang berlangsung di kantor dinas setempat itu membahas peluang pelaksanaan Program Pendampingan UMKM Berbasis Data. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola usaha, digitalisasi, peningkatan kualitas kemasan dan branding, serta perluasan akses pasar. B8C menawarkan konsep pendampingan berbasis klaster. Konsep tersebut mengintegrasikan pendampingan usaha, digitalisasi pencatatan dan pemantauan, penguatan kemasan, hingga fasilitasi akses pasar melalui business matching. UMKM di Balikpapan menghadapi tantangan manajemen usaha, pemasaran, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas di era pertumbuhan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).


sumber bacaan: kompasberitaborneo

0 comments:

Post a Comment