Saturday, June 13, 2026

Wajah Baru Sepaku, bisakah menjadi Etalase Modern Ibu Kota Nusantara?

 

mod
moderinisasi sepaku

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa transformasi besar bagi wilayah sekitarnya, misalnya Kecamatan Sepaku, yang kini resmi bertransisi masuk ke dalam wilayah administrasi ibu kota baru tersebut. Integrasi wilayah ini memicu berbagai langkah strategis dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), demi menyelaraskan pembangunan infrastruktur serta tata kelola pemerintahan. Salah satu dampak administratif adalah percepatan penyelesaian tapal batas desa dan kelurahan oleh Pemerintah Kabupaten PPU. Langkah penataan tapal batas ini dipercepat seiring dengan rencana pemekaran wilayah di sisa wilayah PPU. Pemekaran menjadi penting karena setelah Sepaku diambil alih oleh IKN, Kabupaten PPU terancam kehilangan status otonomnya jika hanya memiliki tiga kecamatan tersisa, mengingat regulasi mensyaratkan minimal empat kecamatan untuk sebuah kabupaten.

Integrasi ini mendorong pelimpahan aset jalan kabupaten di wilayah Sepaku dari Pemkab PPU kepada Otorita IKN (OIKN). Pemerintah Kabupaten PPU mengusulkan penyerahan jalan sepanjang 168 kilometer ini agar penanganan, perbaikan, dan peningkatan kualitas jalan dapat berjalan jauh lebih optimal dan cepat di bawah pengelolaan langsung Otorita, mengingat status wilayah tersebut kini telah berubah menjadi kawasan urban ibu kota.

Sementara itu, denyut nadi perekonomian lokal ditandai dengan kehadiran Pasar Sepaku dengan bangunan yang baru. Terkait penataan pasar ini, Otorita IKN menjalankan proses transisi dan pemindahan pedagang dilakukan dengan sangat hati-hati dan adil. Prioritas penempatan kios dan los baru wajib diberikan kepada para pedagang lama yang sudah sejak awal menggantungkan hidupnya di pasar tersebut, bukan untuk pedagang dadakan. Penataan ini menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, nyaman, sekaligus mempercantik perwajahan visual Sepaku sebagai etalase modern IKN tanpa menggusur kearifan lokal yang sudah mengakar.

sumber: antaraantaranewsradarbontang

0 comments:

Post a Comment