![]() |
| ngebut |
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II. Katanya untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, Otorita IKN rutin memonitoring dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk.
Melalui APBN (oleh Kementerian) yang dikelola Otorita IKN, ada 40 paket pekerjaan fisik. rinciannya 9 paket telah selesai di 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang. Pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan Otorita IKN. Tapi didukung Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Dari skema investasi swasta, hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, 9 proyek telah selesai dibangun, sementara 6 proyek sedang memasuki tahap konstruksi. Di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Adapun melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas 7 sektor hunian dan 6 sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan 8 menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengingatkan seluruh pihak untuk tetap memprioritaskan aspek keselamatan kerja serta menjaga standar mutu pembangunan. 170 proyek di IKN baik yang sudah selesai maupun dalam proses pembangunan, semua mengutamakan kualitas guna menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, mendukung ekonomi jangka panjang, dan manfaat lain.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
Dalam melakukan pekerjaan tersebut, OIKN bergerak cepat agar target 2028 tuntas dapat tercapai, tetapi percepatan tersebut tetap dilakukan secara aman dan nyaman dengan mengacu pada tiga pilar pembangunan yaitu kualitas, estetika, dan lingkungan keberlanjutan. Sedangkan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, OIKN secara rutin memantau dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk.
sumber berita: katakaltim, kompas, koran-jakarta
Melalui APBN (oleh Kementerian) yang dikelola Otorita IKN, ada 40 paket pekerjaan fisik. rinciannya 9 paket telah selesai di 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang. Pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan Otorita IKN. Tapi didukung Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Dari skema investasi swasta, hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, 9 proyek telah selesai dibangun, sementara 6 proyek sedang memasuki tahap konstruksi. Di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Adapun melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas 7 sektor hunian dan 6 sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan 8 menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengingatkan seluruh pihak untuk tetap memprioritaskan aspek keselamatan kerja serta menjaga standar mutu pembangunan. 170 proyek di IKN baik yang sudah selesai maupun dalam proses pembangunan, semua mengutamakan kualitas guna menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, mendukung ekonomi jangka panjang, dan manfaat lain.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan
Dalam melakukan pekerjaan tersebut, OIKN bergerak cepat agar target 2028 tuntas dapat tercapai, tetapi percepatan tersebut tetap dilakukan secara aman dan nyaman dengan mengacu pada tiga pilar pembangunan yaitu kualitas, estetika, dan lingkungan keberlanjutan. Sedangkan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, OIKN secara rutin memantau dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk.
sumber berita: katakaltim, kompas, koran-jakarta







0 comments:
Post a Comment