Monday, August 10, 2026

Bawa Potensi Rp20,27 T, Kolaborasi Jateng-Kaltim iap Pasok Kebutuhan Logistik IKN

kal
penanda-tanganan mou

Kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur resmi diperkuat melalui penandatanganan 19 dokumen kerja sama dengan potensi ekonomi mencapai Rp20,27 triliun per tahun. Sinergi berskala besar ini mengintegrasikan kekuatan sektor manufaktur Jawa Tengah dan kekayaan sumber daya alam Kalimantan Timur guna mengamankan rantai pasok logistik, ketahanan pangan, sekaligus mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN).


Kerja sama yang diteken langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim ini melibatkan lintas sektor. Agregasi nilai potensi ekonomi tersebut mencakup perdagangan, industri pengolahan, jasa keuangan, ekonomi kreatif, hingga penguatan komoditas pangan hewani dan nabati. Langkah ini sekaligus menjadi strategi kedua provinsi untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Untuk memastikan dampak nyata terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN), jajaran kepala daerah dari Jawa Tengah juga melakukan kunjungan kerja langsung ke Kantor Otorita IKN (OIKN). Pertemuan teknis ini membuka ruang investasi baru bagi pelaku usaha asal Jawa Tengah guna mengisi ekosistem ibu kota baru. Pihak Otorita IKN menyambut baik komitmen ini dengan menyiapkan insentif fiskal khusus bagi kemitraan antardaerah yang mendukung percepatan pembangunan Nusantara.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi:
Hari ini kita melakukan MoU dan PKS bagi potensi wilayah antara Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. MoU yang ditandatangani ini, per tahun 10 OPD kita menghasilkan potensi Rp20,27 triliun. Nilai ini merupakan agregasi berbagai sektor strategis, termasuk dukungan penuh terhadap Proyek Strategis Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN)


Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud:
Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan bisa dicontoh provinsi-provinsi lain di Indonesia, sehingga daerah tidak terus bergantung pada APBN maupun dana transfer pusat. Kaltim kaya akan sumber daya alam, sementara Jawa Tengah kuat di industri pengolahan dan UMKM, sehingga kita bisa saling melengkapi, terutama dalam menyokong kebutuhan IKN


Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
Kolaborasi antar-daerah dapat memperkuat ekosistem pembangunan IKN, terutama dalam mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan. Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal



sumber bacaan: metta-newsgerbang-kaltim

 

0 comments:

Post a Comment