Monday, August 3, 2026

Konektivitas Masa Depan: Rencana Jalur Kereta Api RI-Malaysia-Brunei Menuju IKN

 

ker
lintas negara

Rencana jalur kereta api tiga negara siap mendongkrak konektivitas masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di balik potensi besarnya, proyek ini dinilai pengamat masih harus membuktikan diri dari bayang-bayang masa lalu
Bayangkan suatu hari nanti kita bisa naik kereta api melintasi tiga negara sekaligus di Pulau Kalimantan. Rencana seru ini ternyata bukan sekadar mimpi, melainkan sedang dikaji secara serius. Jaringan kereta api lintas negara ini nantinya akan menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dengan titik akhir di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, saat berkunjung ke IKN pada Rabu (10/12/2025). Kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.

"Kita ini hidup di pulau yang sama, yaitu Borneo. Kami sangat tertarik dengan perkembangan IKN, ini adalah masa depan kita bersama," ujar Lee Kim Shin, seperti dikutip dari siaran pers Otorita IKN, Jumat (12/12/2025).

Beliau menambahkan bahwa selain menyiapkan jalur kereta api roda tiga negara ini, Sarawak juga bersiap meluncurkan maskapai penerbangan baru bernama Air Borneo pada Januari 2026. Maskapai ini nantinya akan membuka rute penerbangan langsung ke berbagai kota di Kalimantan, termasuk ke IKN.

Dukungan untuk Infrastruktur Kalimantan
Rencana besar ini sejalan dengan pandangan di dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, ikut menegaskan bahwa Pulau Kalimantan memang sangat membutuhkan jaringan transportasi yang lebih luas, terutama kereta api.

Menurut Djamari, wilayah Kalimantan yang sangat luas dan kaya akan sumber daya alam memerlukan sistem transportasi yang saling terhubung. "Kita butuh infrastruktur penghubung yang memadai agar perjalanan masyarakat, pengiriman barang, dan pengelolaan potensi daerah bisa berjalan lebih lancar dan optimal," jelasnya saat berkunjung ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Sebenarnya, rencana membangun rel kereta di Kalimantan bukan hal baru. Di Kalimantan Barat contohnya, dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kubu Raya untuk tahun 2016–2036 sudah lama memasukkan jalur kereta api sebagai bagian penting dari rencana transportasi darat mereka, bersanding dengan jalan raya dan jalur sungai.

Tantangan dan Kritik di Lapangan
Meski terdengar menjanjikan, proyek kereta api di Kalimantan ini tidak lepas dari kritik. Sebagian pihak menilai proyek megah ini belum menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat lokal, apalagi di tengah kondisi keuangan negara yang sedang ketat.

Purwadi Purwoharsojo, seorang pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul), mengingatkan bahwa obrolan soal kereta api di Kalimantan Timur sudah ada sejak belasan tahun lalu. Bahkan, pemerintah daerah dulu sempat mengirim putra-putri daerah belajar perkeretaapian langsung ke Rusia dengan biaya negara.

"Jadi bagi masyarakat Kaltim, isu kereta api ini lagu lama. Sudah belasan tahun dibahas, tapi sayangnya sampai sekarang hasilnya masih nihil," pungkas Purwadi kepada Ekspos Kaltim, Minggu (2/8/2026).

sumber bacaan:cnbc-indonesiakoran-jakartajawaposeksposkaltim

0 comments:

Post a Comment