![]() |
| pasok pangan ikn |
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur terus memacu transformasi sektor peternakan menjadi industri agribisnis modern. Langkah strategis ini diambil guna mengemban peran Kaltim sebagai penyangga utama kebutuhan pangan hewani bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). "Untuk merealisasikan target tersebut, kami telah mengeksekusi berbagai program prioritas, mulai dari peningkatan populasi ternak, modernisasi teknologi, hingga pengawasan ketat terhadap keamanan pangan asal hewan," kata Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Arif Murdiyatno, dalam keterangan resminya di Samarinda, 1 Agustus 2026.
Kehadiran IKN di Kalimantan Timur dipandang sebagai peluang emas sekaligus tantangan besar bagi peternakan regional. Pertumbuhan populasi yang pesat dan masuknya warga baru di kawasan ibu kota baru dipastikan memicu kenaikan permintaan pangan secara drastis. Berdasarkan pemetaan berkala, saat ini pemenuhan mandiri kebutuhan pangan di kawasan IKN terus dikejar secara bertahap, sementara pasokan sisa kebutuhan didukung penuh oleh daerah penyangga di Kaltim serta pasokan luar daerah.
Merespons dinamika kebutuhan protein tersebut, jajaran DPKH Kaltim bergerak cepat memperkuat mitigasi ketahanan pangan. Kabid Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan DPKH Kaltim, Ihyan Nizam, Senin (27/4/2026), menjelaskan bahwa sektor hilir seperti pasokan telur terus digenjot produksinya untuk memangkas angka defisit lokal. Sebagai solusi konkret, DPKH Kaltim membuka peluang investasi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan 11 unit peternakan ayam petelur terintegrasi. Unit-unit komersial ini dirancang di sejumlah wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan IKN, seperti Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan.
Di samping memacu komoditas unggas lewat investasi skala makro, tantangan pada sektor ruminansia seperti daging sapi dan susu segar diantisipasi melalui penguatan distribusi antarwilayah. Strategi dua jalur pun diterapkan; tidak hanya bertumpu pada korporasi besar, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan berbasis komunitas di level akar rumput.
Melalui program pendampingan masyarakat, DPKH Kaltim mengedukasi warga memanfaatkan sisa organik dapur menjadi pakan alternatif untuk peternakan mandiri skala rumah tangga. "Langkah pemanfaatan sisa makanan rumah tangga ini merupakan perwujudan nyata dari konsep ekonomi sirkuler yang ramah lingkungan," ujar Arif Murdiyatno, Kamis (20/8/2026). Konsep urban farming ini sengaja dirancang agar aplikatif dan efisien untuk diterapkan oleh keluarga yang memiliki areal pekarangan terbatas. Melalui integrasi investasi industri dan kemandirian domestik, Kaltim optimis mampu menjadi pilar utama pemasok pangan hewani yang andal bagi IKN.
sumber bacaan: antara-pangan, antara-limbah, beranda-indonesia
Kehadiran IKN di Kalimantan Timur dipandang sebagai peluang emas sekaligus tantangan besar bagi peternakan regional. Pertumbuhan populasi yang pesat dan masuknya warga baru di kawasan ibu kota baru dipastikan memicu kenaikan permintaan pangan secara drastis. Berdasarkan pemetaan berkala, saat ini pemenuhan mandiri kebutuhan pangan di kawasan IKN terus dikejar secara bertahap, sementara pasokan sisa kebutuhan didukung penuh oleh daerah penyangga di Kaltim serta pasokan luar daerah.
Merespons dinamika kebutuhan protein tersebut, jajaran DPKH Kaltim bergerak cepat memperkuat mitigasi ketahanan pangan. Kabid Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan DPKH Kaltim, Ihyan Nizam, Senin (27/4/2026), menjelaskan bahwa sektor hilir seperti pasokan telur terus digenjot produksinya untuk memangkas angka defisit lokal. Sebagai solusi konkret, DPKH Kaltim membuka peluang investasi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan 11 unit peternakan ayam petelur terintegrasi. Unit-unit komersial ini dirancang di sejumlah wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan IKN, seperti Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan.
Di samping memacu komoditas unggas lewat investasi skala makro, tantangan pada sektor ruminansia seperti daging sapi dan susu segar diantisipasi melalui penguatan distribusi antarwilayah. Strategi dua jalur pun diterapkan; tidak hanya bertumpu pada korporasi besar, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan berbasis komunitas di level akar rumput.
Melalui program pendampingan masyarakat, DPKH Kaltim mengedukasi warga memanfaatkan sisa organik dapur menjadi pakan alternatif untuk peternakan mandiri skala rumah tangga. "Langkah pemanfaatan sisa makanan rumah tangga ini merupakan perwujudan nyata dari konsep ekonomi sirkuler yang ramah lingkungan," ujar Arif Murdiyatno, Kamis (20/8/2026). Konsep urban farming ini sengaja dirancang agar aplikatif dan efisien untuk diterapkan oleh keluarga yang memiliki areal pekarangan terbatas. Melalui integrasi investasi industri dan kemandirian domestik, Kaltim optimis mampu menjadi pilar utama pemasok pangan hewani yang andal bagi IKN.
sumber bacaan: antara-pangan, antara-limbah, beranda-indonesia







0 comments:
Post a Comment