![]() |
| proyek ikn |
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mencatat lonjakan tajam pada sektor kredit investasi sebesar 44,34 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026. Pertumbuhan signifikan yang mencakup wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser ini dipicu oleh masifnya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta akselerasi hilirisasi industri.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyatakan bahwa peningkatan pembiayaan jangka panjang ini merefleksikan tingginya optimisme para pelaku sektor riil terhadap prospek perekonomian daerah. Kenaikan realisasi kredit investasi menunjukkan bahwa dunia usaha terus agresif melakukan ekspansi dan menambah belanja modal di wilayah penunjang IKN.
Secara kumulatif, total penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja KPwBI Balikpapan pada triwulan II 2026 menembus angka Rp41,51 triliun. Nilai tersebut tumbuh 17,66 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau meningkat dari posisi triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp40,71 triliun. Meski demikian, dari sisi ritme, laju pertumbuhan total kredit ini sedikit melandai jika dibandingkan dengan capaian triwulan I 2026 yang sempat menyentuh angka 19,5 persen (yoy).
Di tengah penguatan investasi skala besar, dinamika berbeda justru membayangi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pembiayaan untuk segmen UMKM tercatat sebesar Rp12,79 triliun, atau mengalami koreksi turun tipis 0,23 persen (yoy) secara tahunan.
Penurunan performa tahunan ini berkelindan dengan naiknya rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) UMKM yang menyentuh level 4,2 persen. Merespons kenaikan risiko tersebut, industri perbankan di wilayah Balikpapan kini menerapkan prinsip tata kelola yang lebih ketat dan selektif dalam menyalurkan fasilitas kredit baru kepada sektor penunjang ekonomi rakyat tersebut.
sumber bacaan: antara, ibukotakini







0 comments:
Post a Comment