Wednesday, August 5, 2026

Sokong Pembangunan IKN: Kaltim Dorong Rehabilitasi Mangrove sekaligus Akselerasi Jaringan Kereta Api

 

fes
pembukaan festival mangrove nasional 2026

Pemerintah terus memperkuat kesiapan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru melalui keseimbangan pembangunan infrastruktur modern dan pemulihan ekologi pesisir secara berkelanjutan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui akselerasi program rehabilitasi hutan mangrove nasional di wilayah penyangga ekosistem pesisir serta perancangan megaproyek jaringan perkeretaapian terpadu Trans Kalimantan sepanjang 1.579,54 kilometer.

Rangkaian program pemulihan lingkungan tersebut resmi dimulai melalui pembukaan Festival Mangrove Nasional atau Mangrofest 2026 yang diawali dengan perhelatan media gathering di Kalimantan Timur. Sebagai langkah pembuka, mitra Kementerian Kehutanan (Kemenhut), media nasional, beserta elemen masyarakat melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peninjauan ini bertujuan melihat kondisi riil ekosistem pesisir sekaligus mengevaluasi keberhasilan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang hingga kini telah merehabilitasi hutan mangrove seluas 6.120 hektare (ha) di wilayah tersebut.


Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, yang hadir dalam acara pembukaan tersebut menegaskan bahwa perlindungan ekosistem pesisir merupakan pilar krusial dalam realisasi ibu kota baru. “Pelestarian mangrove merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan IKN sebagai kota hutan (forest city) yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujar Basuki.

Sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga resmi mempercepat pembenahan konektivitas darat massal melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2025 tentang rute perkeretaapian daerah. Infrastruktur ini disiapkan secara khusus guna mengintegrasikan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan dengan kawasan inti pemerintahan IKN.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Heru Sentosa, mengonfirmasi bahwa jalur kereta api yang menghubungkan Bandara APT Pranoto Samarinda langsung menuju kawasan IKN sudah masuk dalam rencana induk resmi. Jaringan kereta api di dalam IKN nantinya akan tersambung secara terpadu dan bertindak sebagai jalur pengumpan (feeder) untuk mengoptimalkan mobilitas penumpang serta efisiensi logistik menuju pelabuhan dan kawasan industri baru.

Dalam regulasi tersebut, sejumlah koridor strategis utama telah dipetakan, antara lain jalur Tabang menuju Pelabuhan Santan Bontang sepanjang 216,50 kilometer serta rute Bandara APT Pranoto ke Tenggarong sejauh 31,34 kilometer. Selain itu, koneksi jalur akan menjangkau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Sangatta, Tanjung Redeb, Mahakam Ulu, hingga ke perbatasan Kalimantan Barat. Moda kereta api ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru transportasi darat guna memangkas tingginya biaya logistik komoditas unggulan daerah seperti batu bara, hasil perkebunan, dan peti kemas.

sumber bacaan: media-indonesiaprokal

0 comments:

Post a Comment