![]() |
| pelatihan pekerja |
Proyek raksasa Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berkejaran dengan target infrastruktur, tetapi juga memperketat perlindungan terhadap para pekerjanya. Menghadapi ancaman penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah menjangkiti 24 pekerja, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Otorita IKN langsung tancap gas melatih tim keselamatan (K3) dan tenaga medis lapangan untuk memburu jentik nyamuk. Bersamaan dengan itu, dinas terkait juga menggelar sertifikasi K3 bagi puluhan warga lokal agar mereka tidak sekadar jadi penonton, melainkan siap merebut peluang kerja di tengah masifnya pembangunan kota masa depan ini.
Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) nggak cuma fokus sama gedung-gedung megah, tapi juga kesehatan para pekerjanya. Biar kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) nggak makin menyebar, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) gerak cepat memberikan pelatihan khusus buat tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus tenaga medis di sana.
"Langkah ini penting banget buat mencegah DBD langsung dari pusat proyek pembangunan IKN," jelas Harjito Ponco Waluyo, Fungsional Entomologi dari Dinas Kesehatan PPU, Sabtu kemarin.
Bukan tanpa alasan, pelatihan ini diadakan karena sudah ada 24 pekerja IKN yang dilaporkan kena DBD. Di pelatihan ini, tim K3 dan tim medis diajari cara mengenali jentik nyamuk dan membagikan larvasida (pembasmi jentik).
Dinas Kesehatan PPU juga terus gandengan tangan dengan Otorita IKN (OIKN) supaya pelatihan ini bisa merata di semua sektor proyek. Masalahnya, pas musim kemarau begini, banyak warga yang suka menampung air di wadah terbuka. "Nah, kebiasaan ini malah bikin nyamuk Aedes aegypti makin betah bertelur dan berkembang biak," tambah Harjito.
Warga Lokal Siap Ambil Peluang
Di sisi lain, warga lokal juga nggak mau ketinggalan momentum. Pada 2-4 Juni 2026 lalu, sebanyak 60 warga dari Desa Labangka (Kecamatan Babulu) dan Desa Api-Api (Kecamatan Waru) ikut serta dalam pelatihan dan sertifikasi K3 Konstruksi Jenjang 3 di Gedung Serbaguna Desa Labangka.
Menurut Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setkab PPU, Sodikin, acara yang digarap oleh Dinas PUPR PPU ini punya misi penting: menaikkan level skill masyarakat lokal biar siap bersaing di proyek IKN.
“Pembangunan infrastruktur di IKN ini kan lagi kencang-kencangnya, jadi kompetensi pekerja konstruksi harus di-upgrade,” ujar Sodikin, Selasa (2/6/2026).
Sodikin juga mengingatkan kalau punya sertifikat K3 itu modal besar buat dapat peluang kerja yang lebih oke, baik di proyek daerah PPU maupun di IKN sendiri. “Sertifikasi K3 itu amanah undang-undang yang wajib dipenuhi. Lewat sertifikat ini, kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme pekerja lokal jadi terbukti dan diakui secara resmi,” tutupnya.
sumber bacaan: antara, pusaran-media
Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) nggak cuma fokus sama gedung-gedung megah, tapi juga kesehatan para pekerjanya. Biar kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) nggak makin menyebar, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) gerak cepat memberikan pelatihan khusus buat tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus tenaga medis di sana.
"Langkah ini penting banget buat mencegah DBD langsung dari pusat proyek pembangunan IKN," jelas Harjito Ponco Waluyo, Fungsional Entomologi dari Dinas Kesehatan PPU, Sabtu kemarin.
Bukan tanpa alasan, pelatihan ini diadakan karena sudah ada 24 pekerja IKN yang dilaporkan kena DBD. Di pelatihan ini, tim K3 dan tim medis diajari cara mengenali jentik nyamuk dan membagikan larvasida (pembasmi jentik).
Dinas Kesehatan PPU juga terus gandengan tangan dengan Otorita IKN (OIKN) supaya pelatihan ini bisa merata di semua sektor proyek. Masalahnya, pas musim kemarau begini, banyak warga yang suka menampung air di wadah terbuka. "Nah, kebiasaan ini malah bikin nyamuk Aedes aegypti makin betah bertelur dan berkembang biak," tambah Harjito.
Warga Lokal Siap Ambil Peluang
Di sisi lain, warga lokal juga nggak mau ketinggalan momentum. Pada 2-4 Juni 2026 lalu, sebanyak 60 warga dari Desa Labangka (Kecamatan Babulu) dan Desa Api-Api (Kecamatan Waru) ikut serta dalam pelatihan dan sertifikasi K3 Konstruksi Jenjang 3 di Gedung Serbaguna Desa Labangka.
Menurut Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setkab PPU, Sodikin, acara yang digarap oleh Dinas PUPR PPU ini punya misi penting: menaikkan level skill masyarakat lokal biar siap bersaing di proyek IKN.
“Pembangunan infrastruktur di IKN ini kan lagi kencang-kencangnya, jadi kompetensi pekerja konstruksi harus di-upgrade,” ujar Sodikin, Selasa (2/6/2026).
Sodikin juga mengingatkan kalau punya sertifikat K3 itu modal besar buat dapat peluang kerja yang lebih oke, baik di proyek daerah PPU maupun di IKN sendiri. “Sertifikasi K3 itu amanah undang-undang yang wajib dipenuhi. Lewat sertifikat ini, kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme pekerja lokal jadi terbukti dan diakui secara resmi,” tutupnya.
sumber bacaan: antara, pusaran-media







0 comments:
Post a Comment